DIGTALPOS.COM, Kutai Kartanegara – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Bidang Bina Konstruksi berencana memulai program pelatihan tenaga kerja konstruksi tahun 2025.
Meski telah menetapkan target sebanyak 310 peserta, realisasi jumlah peserta sangat tergantung pada ketersediaan anggaran yang saat ini mengalami penyesuaian.
Kepala Bidang Bina Konstruksi DPU Kukar, Sofyar Ardani, menjelaskan bahwa hingga awal Juni 2025, pelatihan belum dilaksanakan namun direncanakan akan dimulai dalam waktu dekat.
“Target kita 310 orang. Tapi sampai sekarang belum kita laksanakan karena menunggu kesiapan anggaran. Mudah-mudahan kalau tidak bulan ini, bulan depan sudah bisa dimulai pelatihannya,” ujarnya pada Selasa (3/6/2025).

Ia menegaskan, koordinasi dengan Inspektorat telah dilakukan terkait dampak dari pengurangan anggaran terhadap pencapaian target. Menurutnya, pengurangan dana otomatis akan berdampak langsung pada jumlah peserta yang bisa dilatih.
“Kalau anggaran berkurang, otomatis target pun harus disesuaikan. Karena kalau tidak dikurangi, nanti bisa dipertanyakan, kok targetnya tidak tercapai? Padahal dananya tidak mencukupi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Sofyar memaparkan bahwa pelatihan tahun ini kemungkinan besar akan dilakukan secara bertahap, disesuaikan dengan kemampuan anggaran. Langkah awal, DPU Kukar berencana membuka dua kelas pelatihan terlebih dahulu, dan akan menambah kelas jika sisa anggaran memungkinkan.
“Nanti kita lihat dari sisa anggaran. Kalau masih ada ruang, kita akan buka kelas pelatihan tambahan. Tapi kalau dana terbatas, ya mau tidak mau, target peserta juga berhenti di situ saja,” terangnya.
Selain itu, dia menekankan, pentingnya fleksibilitas dalam pelaksanaan program ini agar tetap berjalan meski dalam keterbatasan anggaran. Sofyar menilai, mekanisme bertahap ini juga menjadi solusi realistis agar program tetap terlaksana dan tidak membebani laporan kinerja instansi.
“Sama seperti kegiatan fisik, pelatihan juga harus realistis berdasarkan dana yang tersedia. Kita tidak bisa memaksakan target kalau biaya tidak mendukung,” tandasnya. (Adv)













