DIGTALPOS.com, Samarinda – Sekretaris Komisi I DPRD Kaltim, Salehuddin, mendesak aparat penegak hukum (APH) dan pemerintah untuk bertindak tegas terhadap aktivitas pertambangan ilegal yang semakin marak di wilayah Kaltim. Ia menilai, praktik tambang ilegal tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga membahayakan keselamatan warga dan aktivis yang berani bersuara.
“Tambang ilegal ini berkembang secara sistematis dan melibatkan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Jika terus dibiarkan, publik bisa menganggap ini sebagai hal yang wajar karena terus terjadi tanpa tindakan tegas,” ujar Salehuddin, Sabtu (3/5/2025).
Sorotan ini muncul setelah beberapa kasus menonjol terjadi, termasuk aktivitas tambang di Muara Kate, Kabupaten Paser, dan di kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) yang semestinya dilindungi. Menurut Salehuddin, hal ini mencerminkan buruknya tata kelola pertambangan di daerah.
Ia menekankan bahwa meski DPRD hanya memiliki kewenangan untuk memberikan rekomendasi, pihaknya tetap akan mendorong pemerintah pusat agar serius menindak pelaku tambang ilegal. Ia juga menyoroti bahwa dampak aktivitas ini bukan hanya kerusakan lingkungan, tapi juga berujung pada kriminalisasi warga yang memperjuangkan haknya.
“Sudah banyak kasus warga yang dikriminalisasi karena melawan tambang ilegal. Bahkan infrastruktur rusak, lahan pertanian dan permukiman masyarakat dirampas begitu saja. Ini jelas tidak bisa dibiarkan,” tegasnya.
Politisi Partai Golkar itu juga menyinggung adanya dugaan keterlibatan aparat desa dan kecamatan dalam membiarkan kegiatan tambang ilegal berlangsung.
“Bisa saja ini dibekingi oleh kepala desa atau oknum kecamatan. Karena itu, pemerintah daerah juga harus berani ambil peran aktif dalam melindungi warganya,” ujarnya.
Ia pun menegaskan agar kasus-kasus seperti yang terjadi di Muara Kate tidak kembali terulang. Menurutnya, sudah saatnya pemerintah dan aparat hukum mengambil langkah nyata, bukan sekadar wacana.
“Jangan tunggu jatuh korban lagi. Tindak tegas pelaku tambang ilegal dan lindungi masyarakat dari ancaman yang terus membayangi,” pungkasnya. (Adv)













