DIGTALPOS.com, Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tengah menghadapi tantangan serius dalam pembangunan infrastruktur jalan. Alokasi Dana Bagi Hasil (DBH) sektor perkebunan sawit untuk Kukar pada tahun 2025 mengalami penurunan drastis hingga 50 persen, yakni hanya sebesar Rp8 miliar. Padahal, pada tahun sebelumnya Kukar masih menerima alokasi sebesar Rp16 miliar, bahkan sempat menyentuh angka Rp19 miliar pada tahun-tahun sebelumnya.
Penurunan tajam ini dikhawatirkan berdampak langsung terhadap percepatan pembangunan dan pemeliharaan jalan kabupaten, yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat di wilayah seluas Kukar. Saat ini, jalan mantap di Kukar baru mencapai 63,2 persen dari total panjang 2.196,94 kilometer jalan kabupaten.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kukar, Linda Juniarti, menyampaikan kondisi tersebut saat meninjau progres proyek peningkatan jalan rigid beton sepanjang 660 meter di Desa Sukadamai, Kecamatan Kota Bangun Darat. Proyek yang menggunakan dana DBH Sawit ini saat ini telah mencapai progres 95 persen.
“Tahun sebelumnya kita dapat sekitar Rp16 miliar, dan bahkan sempat mencapai Rp19 miliar. Tapi tahun ini hanya Rp8 miliar. Kami belum tahu pasti mekanisme perhitungannya, namun penurunannya sangat signifikan,” ungkap Linda, Senin (7/7/2025).

Linda mengakui bahwa keterbatasan anggaran ini menambah beban pekerjaan rumah DPU Kukar, mengingat masih ada 36,8 persen jalan kabupaten yang belum dalam kondisi mantap dan masih memerlukan peningkatan atau perbaikan serius.
“Dengan kondisi seperti ini, kami tentu harus lebih cermat dalam memprioritaskan pembangunan. Fokus kami tetap pada peningkatan akses jalan di wilayah strategis, agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” tambahnya.
Meski dana DBH menurun drastis, Linda menegaskan bahwa pihaknya tetap berkomitmen memaksimalkan anggaran yang tersedia. Apalagi, pembangunan infrastruktur jalan menjadi faktor kunci dalam menunjang pertumbuhan ekonomi daerah, distribusi logistik, akses pendidikan, serta peningkatan layanan publik.
“Pekerjaannya tinggal tahap finishing saja. Mudah-mudahan bisa tuntas sesuai jadwal,” ujarnya saat meninjau proyek di kawasan Kedang Ipil.
Ia juga berharap alokasi DBH Sawit untuk Kukar bisa kembali ditingkatkan pada tahun mendatang, seiring dengan pentingnya dukungan dana pusat untuk mempercepat pembangunan di daerah yang memiliki kondisi geografis luas dan tersebar seperti Kukar.
“Kami sangat berharap pemerintah pusat kembali memperhatikan alokasi DBH ini, karena pembangunan jalan bukan hanya soal infrastruktur fisik, tapi juga soal pemerataan dan konektivitas antarwilayah di Kukar,” pungkasnya. (Adv)













