DIGITALPOS.com, Kalimantan Timur – Kondisi cuaca di sejumlah kota utama di Kalimantan Timur pada hari ini diperkirakan cukup dinamis. Berdasarkan data resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi perubahan cuaca yang terjadi secara tiba-tiba, terutama pada siang hingga malam hari.
Di Samarinda, cuaca diprediksi didominasi kondisi berawan sejak pagi hingga siang hari, dengan potensi hujan ringan yang bisa turun secara lokal. Menariknya, Samarinda sempat tercatat sebagai salah satu kota dengan suhu cukup panas dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini kerap menjadi pemicu munculnya hujan mendadak pada sore hari, sehingga warga diimbau tetap waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem dalam waktu singkat.
Sementara itu, di Balikpapan, potensi hujan diperkirakan lebih tinggi dengan intensitas sedang hingga lebat. Hujan tersebut berpeluang disertai kilat atau petir serta angin kencang, terutama di wilayah pesisir. Kondisi ini berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk transportasi laut dan aktivitas di luar ruangan.
Berbeda dengan dua kota tersebut, Bontang diperkirakan hanya mengalami hujan ringan dengan suhu udara relatif hangat, berkisar antara 30 hingga 32 derajat Celsius pada siang hari. Meski tergolong ringan, warga tetap diimbau menjaga kondisi kesehatan mengingat tingkat kelembapan yang cukup tinggi.
Di wilayah Penajam Paser Utara yang menjadi kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), hujan ringan hingga sedang diprediksi akan turun terutama pada sore hingga malam hari. Aktivitas pembangunan dan mobilitas masyarakat di kawasan ini diharapkan tetap memperhatikan kondisi cuaca demi keselamatan.
Secara umum, BMKG juga telah mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk sejumlah wilayah di Kalimantan Timur, termasuk Balikpapan, Samarinda, Kutai Kartanegara, dan Mahakam Ulu. Wilayah-wilayah tersebut berpotensi mengalami hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Dari sisi suhu, rata-rata wilayah Kalimantan Timur berada pada kisaran 23 hingga 32 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan yang cukup tinggi, mencapai 65 hingga 95 persen. Kondisi ini membuat udara terasa lebih lembap dan berpotensi memicu hujan, terutama pada sore hari.
Sementara itu, untuk kondisi perairan, wilayah laut dari Kutai Kartanegara hingga Bontang diperkirakan memiliki gelombang relatif rendah. Meski demikian, nelayan dan pengguna transportasi laut tetap diminta waspada terhadap kemungkinan perubahan cuaca secara tiba-tiba yang dapat memicu gelombang tinggi dalam waktu singkat.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca terbaru serta mempersiapkan langkah antisipasi, terutama bagi mereka yang beraktivitas di luar ruangan maupun di wilayah pesisir. (*)













