Warga Bontang Diimbau Waspadai Oknum Penipu yang Mengaku Minta Sumbangan Pembangunan Mushalla

Warga Bontang Diimbau Waspadai Oknum Penipu yang Mengaku Minta Sumbangan Pembangunan Mushalla
Anggota DPRD Bontang, Muhammad Irfan. (ist)

DIGTALPOS.com, Kutim, Kalimantan Timur – Keberadaan oknum-oknum yang meminta sumbangan untuk pembangunan mushalla dengan cara yang meragukan telah mengundang keresahan di kalangan masyarakat Bontang. Banyak warga yang merasa resah karena dana yang dikumpulkan tidak jelas peruntukannya, berpotensi disalahgunakan untuk kepentingan pribadi.

Menanggapi fenomena ini, Muhammad Irfan, anggota Komisi I DPRD Bontang, memberikan penjelasan penting mengenai situasi ini. Irfan menegaskan perlunya kewaspadaan ekstra dari masyarakat saat diminta untuk menyumbang, terutama oleh pihak-pihak yang tidak dikenal.

“Penting untuk diketahui bahwa pemerintah Bontang telah menyediakan hibah sebesar Rp 150 juta untuk setiap pembangunan tempat ibadah, baik itu masjid maupun mushalla. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir tentang dana untuk pembangunan mushalla, karena pemerintah sudah mengurusnya,” kata Irfan belum lama ini.

Irfan menegaskan bahwa masyarakat harus berhati-hati terhadap oknum-oknum yang mengatasnamakan pembangunan mushalla untuk meminta sumbangan. “Jangan mudah percaya dengan pihak yang tidak dikenal yang mengklaim membutuhkan sumbangan untuk pembangunan mushalla. Pastikan dana yang Anda berikan benar-benar digunakan untuk kepentingan umum dan bukan untuk kepentingan pribadi,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat lebih memilih untuk menyumbang langsung ke tempat ibadah yang sedang dibangun. “Menyalurkan sumbangan langsung ke masjid atau mushalla yang sedang berproses akan lebih aman dan memastikan bahwa kontribusi Anda benar-benar digunakan untuk pembangunan,” tambah Irfan.

Kepada masyarakat, Irfan menyampaikan apresiasi atas niat baik mereka dalam berpartisipasi untuk pembangunan tempat ibadah. Namun, ia mengingatkan pentingnya memverifikasi keabsahan pihak yang meminta sumbangan untuk memastikan bahwa sumbangan yang diberikan benar-benar bermanfaat.

“Menyumbang untuk kepentingan umum adalah tindakan yang sangat positif, tetapi kita harus tetap waspada. Pastikan setiap sumbangan Anda benar-benar untuk pembangunan dan bukan untuk kepentingan pribadi,” tutup Irfan. (Adv)

Penulis: SnEditor: Redaksi