Jangan Anggap Sepele! Sakit Kepala Berkepanjangan Bisa Jadi Tanda Tumor Otak, Kenali Gejala yang Harus Diwaspadai

Jangan Anggap Sepele! Sakit Kepala Berkepanjangan Bisa Jadi Tanda Tumor Otak, Kenali Gejala yang Harus Diwaspadai
Ilustrasi.

DIGTALPOS.com – Sakit kepala menjadi salah satu keluhan kesehatan yang paling sering dialami masyarakat. Penyebabnya pun sangat beragam, mulai dari kurang tidur, kelelahan, stres, dehidrasi, migrain, hingga ketegangan otot akibat aktivitas sehari-hari. Sebagian besar memang tidak berbahaya dan dapat membaik dengan istirahat maupun obat pereda nyeri.

Namun demikian, para ahli mengingatkan bahwa tidak semua sakit kepala boleh dianggap remeh. Dalam kondisi tertentu, sakit kepala yang muncul terus-menerus, semakin berat, dan tidak kunjung membaik bisa menjadi sinyal adanya gangguan serius pada otak, termasuk tumor otak.

Karena itu, masyarakat perlu memahami perbedaan antara sakit kepala yang masih tergolong normal dengan sakit kepala yang memerlukan pemeriksaan medis lebih lanjut agar penyakit dapat terdeteksi sejak dini.

Dokter spesialis bedah saraf, Dr. Dhira Atman, menegaskan bahwa deteksi dini menjadi faktor penting dalam meningkatkan keberhasilan penanganan tumor otak. Menurutnya, pasien yang mengalami sakit kepala secara terus-menerus dengan intensitas yang semakin berat sebaiknya tidak menunda untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

“Deteksi dini penting, jadi ketika penderita merasakan gejala terus menerus dan semakin parah, seharusnya langsung dibawa ke rumah sakit untuk dicek, jadi semua terdeteksi,” ujar Dr. Dhira, dokter spesialis bedah saraf di Columbia Asia Hospital Pulomas, Jakarta Timur, dikutip dari ANTARA, Selasa (30/6/2026).

Sakit Kepala Tak Kunjung Sembuh Perlu Diwaspadai

Dr. Dhira menjelaskan bahwa salah satu tanda yang patut menjadi perhatian adalah sakit kepala yang berlangsung dalam waktu lama dan tidak menunjukkan perbaikan. Bahkan, keluhan tersebut justru semakin sering muncul dan semakin berat dari hari ke hari.

Menurutnya, apabila seseorang mengalami sakit kepala yang menetap selama lebih dari satu bulan, muncul hampir setiap hari, serta tidak membaik meski sudah mengonsumsi obat pereda nyeri, maka kondisi tersebut tidak boleh diabaikan.

Pemeriksaan oleh tenaga medis diperlukan untuk memastikan penyebab sakit kepala tersebut. Sebab, meski sebagian besar kasus disebabkan oleh migrain atau sakit kepala tipe tegang, terdapat kemungkinan adanya gangguan pada jaringan otak yang membutuhkan penanganan khusus.

CT Scan dan MRI Dilakukan Sesuai Indikasi Medis

Dalam proses diagnosis, dokter tidak langsung menyarankan seluruh pasien menjalani pemeriksaan CT Scan atau MRI. Langkah pertama yang dilakukan adalah wawancara medis secara menyeluruh mengenai riwayat keluhan pasien, disertai pemeriksaan fisik dan neurologis.

Apabila dari hasil pemeriksaan ditemukan indikasi tertentu yang mengarah pada gangguan di otak, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan pencitraan menggunakan Computed Tomography (CT) Scan atau Magnetic Resonance Imaging (MRI).

Dr. Dhira menjelaskan, apabila hasil CT Scan menunjukkan kondisi otak dalam keadaan normal, pasien dapat merasa lebih tenang karena sakit kepala kemungkinan besar dipicu oleh faktor nonstruktural, seperti migrain, sakit kepala tipe tegang, atau penyebab lain yang tidak berkaitan dengan tumor.

Namun, jika ditemukan dugaan adanya tumor otak, pemeriksaan lanjutan menggunakan CT Scan dengan kontras atau MRI akan dilakukan untuk memperoleh gambaran yang lebih detail mengenai ukuran, lokasi, hingga karakteristik tumor.

Informasi tersebut menjadi dasar bagi dokter dalam menentukan strategi pengobatan yang paling sesuai bagi setiap pasien.

Deteksi Dini Tingkatkan Peluang Kesembuhan

Menurut Dr. Dhira, semakin cepat tumor otak terdeteksi, semakin besar pula peluang pasien mendapatkan penanganan yang efektif sebelum terjadi kerusakan jaringan otak yang lebih luas.

Sebaliknya, keterlambatan diagnosis dapat menyebabkan kondisi tumor berkembang semakin besar sehingga proses penanganannya menjadi lebih kompleks.

Terapi yang diberikan kepada pasien pun dapat berbeda-beda, tergantung jenis, ukuran, lokasi, serta tingkat perkembangan tumor. Penanganan dapat berupa operasi pengangkatan tumor, radioterapi, kemoterapi, maupun kombinasi dari beberapa metode tersebut.

Jangan Panik, Tapi Tetap Waspada

Meski demikian, Dr. Dhira mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mengaitkan setiap sakit kepala dengan tumor otak. Sebagian besar kasus sakit kepala masih disebabkan oleh kondisi yang relatif ringan dan dapat ditangani dengan pengobatan maupun perubahan gaya hidup.

Namun, masyarakat tetap dianjurkan untuk lebih waspada apabila sakit kepala berlangsung lama, semakin berat, sering kambuh, atau disertai gejala lain seperti muntah tanpa sebab yang jelas, gangguan penglihatan, kejang, penurunan kesadaran, hingga kelemahan pada salah satu sisi tubuh.

Dengan mengenali tanda-tanda tersebut dan segera memeriksakan diri ke dokter, peluang untuk mendeteksi penyakit lebih awal akan semakin besar sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat. (*)