DIGTALPOS.com, Bontang – Menjelang perayaan Hari Raya Iduladha, kabar baik datang bagi masyarakat Kota Bontang. Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Bontang resmi menetapkan tarif khusus pemotongan hewan kurban di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan hari biasa.
Kebijakan ini diambil sebagai bentuk pelayanan dan dukungan pemerintah kepada masyarakat yang akan melaksanakan ibadah kurban, sekaligus mendorong proses penyembelihan yang lebih higienis dan sesuai standar kesehatan.
Kepala Bidang Peternakan DKP3 Bontang, drh Riyono, mengungkapkan bahwa tarif pemotongan sapi di RPH selama momen Iduladha ditetapkan sebesar Rp20 ribu per ekor. Sementara itu, untuk hewan kurban jenis kambing dan domba, masyarakat hanya dikenakan biaya Rp10 ribu per ekor.
“Kalau di RPH, tarifnya Rp20.000 per ekor untuk sapi. Itu sudah termasuk fasilitas seperti air, kebersihan, hingga sistem pengelolaan limbah,” ujarnya, Minggu (3/5/2026).

Menariknya, tarif tersebut justru lebih rendah dibandingkan biaya pemotongan pada hari biasa yang bisa mencapai Rp40 ribu per ekor untuk sapi. Penurunan tarif ini, kata Riyono, merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan kemudahan serta meringankan beban masyarakat saat berkurban.
Ia menegaskan, dengan biaya yang relatif murah tersebut, masyarakat tidak perlu lagi direpotkan dengan proses pembersihan lokasi penyembelihan. Pasalnya, RPH telah dilengkapi dengan sistem pembuangan limbah yang memadai dan ramah lingkungan.
“Dengan biaya itu, masyarakat tinggal fokus pada ibadahnya saja. Proses pembersihan dan pengelolaan limbah sudah kami tangani secara profesional di RPH,” jelasnya.
Meski menawarkan berbagai kemudahan, Riyono mengakui bahwa kapasitas RPH masih terbatas, sehingga belum semua hewan kurban dapat ditangani di lokasi tersebut. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa sebagian masyarakat masih memilih melakukan penyembelihan di masjid atau lingkungan masing-masing.
Untuk pemotongan hewan kurban di luar RPH, DKP3 tidak memungut biaya apapun. Seluruh proses dan pengelolaan diserahkan kepada panitia kurban di masing-masing lokasi.
Namun demikian, pemerintah tetap memastikan standar kesehatan dan keamanan pangan tetap terjaga. DKP3 akan menurunkan petugas ke berbagai titik penyembelihan guna melakukan pengawasan langsung di lapangan.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan proses penyembelihan berjalan sesuai syariat, sekaligus memenuhi prinsip kebersihan dan kesehatan, sehingga daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat tetap aman dan layak konsumsi.
Dengan tarif yang ramah di kantong serta fasilitas yang lengkap dan higienis, RPH Bontang diharapkan tetap menjadi pilihan utama masyarakat dalam melaksanakan pemotongan hewan kurban tahun ini, meskipun tradisi penyembelihan secara mandiri di lingkungan warga masih menjadi pilihan banyak pihak. (Adv)













