DIGTALPOS.com, Bontang – Menjelang perayaan Iduladha, Rumah Pemotongan Hewan (RPH) milik Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Bontang kembali menjadi rujukan utama masyarakat untuk pelaksanaan pemotongan hewan kurban. Berlokasi di Kilometer 6 Jalan S. Parman, fasilitas ini dinilai paling memenuhi standar kesehatan dan kebersihan. Namun di balik keunggulannya, keterbatasan kapasitas menjadi tantangan yang tidak bisa dihindari setiap tahunnya.
Kepala Bidang Peternakan DKP3 Bontang, drh Riyono, menegaskan bahwa pihaknya terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan RPH sebagai lokasi penyembelihan. Hal ini bukan tanpa alasan, mengingat fasilitas yang tersedia di RPH telah dirancang sesuai standar operasional, mulai dari sistem sanitasi, pengelolaan limbah, hingga ketersediaan air bersih yang memadai.
“Secara ideal, kami memang menyarankan pemotongan dilakukan di RPH karena lebih higienis dan terkontrol. Tapi saat momen kurban, jumlah hewan meningkat drastis dan waktunya bersamaan, sehingga tidak mungkin semuanya ditampung di sini,” ungkapnya, Minggu (3/5/2026).

Lonjakan jumlah hewan kurban yang terjadi dalam satu hari menjadi kendala utama. RPH tidak dirancang untuk menangani ratusan ekor hewan sekaligus dalam waktu singkat, sehingga sebagian besar proses penyembelihan tetap dilakukan di lingkungan masjid atau musala oleh panitia kurban setempat.
Menyikapi kondisi tersebut, DKP3 Bontang telah menyiapkan langkah antisipatif guna memastikan kualitas dan keamanan daging kurban tetap terjaga. Salah satunya dengan menurunkan tim kesehatan hewan ke berbagai titik penyembelihan, seperti yang rutin dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya.
Tim ini tidak hanya bertugas memeriksa kondisi hewan sebelum disembelih, tetapi juga melakukan pengawasan terhadap proses pemotongan hingga distribusi daging. Dengan demikian, potensi penyebaran penyakit zoonosis maupun kontaminasi dapat diminimalisir.
“Petugas kami tidak hanya berada di satu lokasi, tetapi bergerak secara mobile ke sejumlah masjid. Ini dilakukan agar pengawasan bisa menjangkau lebih banyak titik,” jelas Riyono.
Ia menambahkan, masyarakat juga diimbau untuk proaktif dalam menjaga kualitas daging kurban. Jika menemukan hal yang mencurigakan, seperti perubahan warna organ atau indikasi penyakit, warga diminta segera berkoordinasi dengan petugas yang telah disiagakan.
“Kalau ada organ yang terlihat tidak normal atau butuh pemeriksaan lebih lanjut, jangan ragu untuk melapor. Kami siap membantu,” tegasnya.
Dengan kombinasi fasilitas RPH dan pengawasan lapangan yang intensif, DKP3 Bontang berharap pelaksanaan kurban tahun ini tetap berjalan lancar, aman, dan sesuai standar kesehatan. Meski tidak seluruh proses dilakukan di RPH, upaya kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat diharapkan mampu menjaga kualitas daging kurban yang akan dikonsumsi oleh warga. (Adv)













