DIGTALPOS.com – Kabar membanggakan datang dari dunia sepak bola Indonesia. Bintang muda Timnas, Pratama Arhan, resmi menuntaskan pendidikan strata satu (S1) di Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang. Tak hanya lulus, Arhan juga akan menerima ijazah berbasis blockchain, sebuah inovasi digital yang kini mulai diterapkan di dunia pendidikan.
Momen kelulusan ini menjadi bukti bahwa Arhan tidak hanya berprestasi di lapangan hijau, tetapi juga serius dalam menempuh pendidikan. Di tengah kesibukannya sebagai atlet profesional, ia tetap mampu menyelesaikan studi hingga tahap akhir, termasuk menghadapi sidang skripsi yang sempat membuatnya gugup.
“Sebelum mulai sempat deg-degan, tapi sekarang sudah selesai dan saya sangat senang, lega banget rasanya. Diumumkan lulus dengan revisi. Saya kerjakan revisi lagi secepatnya. Harapannya bisa wisuda tahun ini,” ujar Arhan, dikutip dari Antara.
Dalam skripsinya, Arhan mengangkat tema yang tak jauh dari dunia yang digelutinya, yakni pemasaran di industri olahraga. Ia meneliti tentang peran brand ambassador, pemasaran media sosial, serta tingkat familiaritas merek dalam meningkatkan penjualan produk, khususnya sepatu sepak bola Mizuno. Topik ini dinilai relevan dengan perkembangan industri olahraga modern yang kini semakin dipengaruhi strategi digital marketing.
Tak berhenti di jenjang sarjana, Arhan bahkan sudah menyiapkan langkah berikutnya. Ia berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang magister (S2) dengan memanfaatkan beasiswa yang disediakan oleh kampusnya.
“Bekal pendidikan ini akan saya manfaatkan sebaik mungkin. Bahkan, saya sudah berencana mengambil beasiswa S-2 yang diberikan oleh Udinus. Rencananya saya akan mengambil jurusan Ilmu Komunikasi,” tambahnya.
Dosen pembimbing Arhan, Mahmud, mengungkapkan bahwa sang pemain mampu melalui proses sidang dengan baik, meskipun masih ada beberapa revisi yang perlu disempurnakan.
“Melalui proses sidang hasil, dua penguji menyatakan Arhan lulus meskipun masih ada revisi yang harus diselesaikan, dan itu wajar. Saya akan terus membimbing Arhan agar segera menyelesaikan revisi tersebut,” jelas Mahmud.
Sementara itu, Rektor Udinus, Pulung Nurtantio Andono, menyoroti inovasi ijazah berbasis blockchain yang akan diterima Arhan. Menurutnya, teknologi ini menjadi solusi atas tantangan di era digital, terutama terkait maraknya pemalsuan dokumen akademik.
“Sistem ini menjawab tantangan era digital, di mana risiko pemalsuan dokumen semakin tinggi,” ujarnya.
Dengan teknologi blockchain, ijazah tidak hanya berbentuk fisik, tetapi juga memiliki rekam jejak digital yang transparan, aman, dan tidak dapat dimanipulasi. Hal ini menjadi langkah maju dalam dunia pendidikan tinggi di Indonesia.
Lebih dari sekadar inovasi teknologi, pihak kampus juga mengaku bangga atas dedikasi Arhan yang mampu menyeimbangkan karier sebagai atlet profesional dengan pendidikan akademik. Menurut Pulung, pencapaian ini bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya para atlet, agar tidak mengesampingkan pendidikan.
“Saya ikut senang. Ini menjadi contoh positif untuk atlet-atlet lainnya bahwa pendidikan adalah hal yang sangat penting,” tutupnya.
Keberhasilan Pratama Arhan ini menjadi bukti bahwa kerja keras dan manajemen waktu yang baik mampu membawa seseorang meraih prestasi di dua bidang sekaligus olahraga dan akademik. (*)













