DIGTALPOS.com – Industri perfilman Indonesia kembali mencatat sejarah gemilang. Film komedi “Agak Laen: Menyala Pantiku!” sukses menorehkan rekor sebagai film terlaris sepanjang masa di Tanah Air dengan capaian fantastis lebih dari 11 juta penonton.
Prestasi ini bukan sekadar angka, melainkan tonggak penting kebangkitan film lokal. Bahkan, capaian tersebut berhasil melampaui rekor film blockbuster internasional “Avengers: Endgame” yang sebelumnya mendominasi box office Indonesia sejak 2019.
Film produksi Imajinari ini resmi pamit dari layar lebar setelah 132 hari penayangan sejak dirilis pada 27 November 2025. Selama lebih dari empat bulan, “Agak Laen: Menyala Pantiku!” konsisten menarik minat penonton dari berbagai kalangan, menjadikannya fenomena tersendiri di industri hiburan nasional.
Founder Imajinari, Ernest Prakasa, mengaku haru dan tidak menyangka film yang digarap dengan nuansa komedi segar tersebut mampu mencetak sejarah besar.
“Perjalanan film ini terasa seperti mimpi. Terima kasih untuk seluruh penonton Indonesia yang sudah memberikan cinta luar biasa,” ungkap Ernest dalam pernyataannya.
Disutradarai oleh Muhadkly Acho, film ini mengangkat cerita unik tentang sekelompok detektif gadungan yang menyamar di sebuah panti jompo. Dengan balutan komedi khas para komika, film ini berhasil menghadirkan hiburan ringan namun mengena.
Deretan komika seperti Bene Dion, Oki Rengga, Boris Bokir, dan Indra Jegel menjadi kekuatan utama film ini. Chemistry yang kuat serta gaya humor yang khas membuat penonton terus terhibur dari awal hingga akhir cerita.
Berdasarkan data dari laman pencatat box office independen Cinepoint, film ini telah mengumpulkan lebih dari 11.000.866 penonton. Angka tersebut melampaui capaian “Avengers: Endgame” yang sebelumnya mencatat 10.976.338 penonton di Indonesia.
Kesuksesan ini juga sempat diumumkan oleh pihak Imajinari saat film mencapai 10,9 juta penonton pada hari ke-104 penayangan. Sejak saat itu, laju penonton terus meningkat hingga akhirnya menembus angka 11 juta.
Tak hanya mencetak rekor, daya tahan film ini di bioskop juga menjadi sorotan. Dengan masa tayang mencapai 132 hari, “Agak Laen: Menyala Pantiku!” menjadi salah satu film Indonesia dengan durasi penayangan terpanjang, menandakan tingginya antusiasme publik.
Meski telah turun layar, kisah “Agak Laen” dipastikan belum berakhir. Pihak produksi memberi sinyal kuat akan kelanjutan cerita di film berikutnya.
“Sampai jumpa di film Agak Laen berikutnya,” lanjut pernyataan tersebut.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa film lokal Indonesia mampu bersaing, bahkan mengungguli film-film internasional di negeri sendiri. “Agak Laen: Menyala Pantiku!” tak hanya menjadi hiburan, tetapi juga simbol kebangkitan industri kreatif nasional yang semakin percaya diri di mata publik. (*)











