DIGTALPOS.com – Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan aktivitas vulkanik. Erupsi terjadi sejak Jumat (4/9) malam dan disertai lontaran lava pijar serta suara dentuman dan gemuruh yang terdengar hingga Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Pasauran.
Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang dipublikasikan melalui situs magma.esdm.go.id, gunung api yang berada di perairan Selat Sunda tersebut saat ini masih berstatus Level III atau Siaga.
Dalam laporan pemantauan pada Sabtu (5/9) pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, aktivitas erupsi disebut memiliki karakteristik seperti lava fountain atau air mancur lava. Fenomena tersebut ditandai dengan keluarnya material pijar dari kawah akibat aktivitas vulkanik yang meningkat.
“Kondisi erupsi seperti ini diinterpretasikan sebagai ‘Lava Fountain’ atau lava air mancur. Terdengar dentuman dan gemuruh dari Pos Gak Pasauran,” demikian keterangan dalam laporan tersebut.
Petugas juga mencatat adanya kendala pada sistem pemantauan visual. Kamera CCTV pengamatan di sekitar Gunung Anak Krakatau dilaporkan mati setelah terkena material vulkanik. Meski demikian, kondisi gunung masih dapat terlihat dengan jelas, sementara asap kawah tidak teramati selama periode pemantauan.
Arah angin di sekitar Gunung Anak Krakatau terpantau bergerak ke barat laut, mengarah ke wilayah Samudera Hindia.
Dengan kondisi aktivitas vulkanik yang masih berlangsung, masyarakat diminta tidak mendekati kawasan gunung api tersebut. Imbauan serupa berlaku bagi pengunjung maupun wisatawan yang berada di sekitar perairan Selat Sunda.
Masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki diminta tidak mendekati Gunung Anak Krakatau maupun melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.
Pemerintah dan petugas terkait juga mengingatkan masyarakat untuk mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. (*)













