DIGTALPOS.com, Bontang – PT Kaltim Nitrate Indonesia (KNI) kembali menggelar pelatihan membatik bagi masyarakat Sampoang, Rt. 30, Kelurahan Tanjung Laut, Kecamatan Bontang Selatan, Senin (22/8/2022).
Pelatihan membatik ini menjadi kegiatan kedua yang dilaksanakan PT KNI kepada kelompok batik Sampoang. Ini merupakan bentuk komitmen perusahan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Bontang.
Perusahaan produsen amonium nitrate itu mendatangkan ahli batik dari Bojonegoro, Jawa Timur. Selama 5 hari, para pengrajin batik Sampoang akan dilatih lebih dalam mengenai produksi batik.
Acara pelatihan tersebut dilaksanakan di Ruang Serbaguna Rt. 30, dan dibuka langsung oleh Sekretaris Camat Bontang Selatan, Chahyo Hadi Wichaksono, didampingi Sekretaris Lurah Tanjung Laut, Sufyan.
Community Development Specialist PT KNI, Wisnu Ahmadin menerangkan, pada pelatihan pertama yang dilaksanakan pada Desember 2021 lalu, pesertanya berasal dari masyarakat Rt.30 saja, namun kali pesertanya melibatkan guru dari SMA Negeri 2 Bontang, hal ini dilakukan dalam rangka mendukung transformasi pendidikan melalui implementasi kurikulum merdeka.
Wisnu menambahkan ada perbedaan antara pelatihan membatik sebelumnya dengan yang sekarang. Pada pelatihan pertama masyarakat diajari hal dasar tata cara membatik, pembetukan kelompok, serta pengenalan alat-alat yang biasa digunakan untuk membuat batik.
“Pada pelatihan kali ini lebih ditekankan terhadap pematangan, detail membatik, kesiapan jelang produksi, serta penanganan limbah produksi batik,” ucapnya.
Lebih lanjut, sebagai bentuk keseriusannya dalam pembinaan ini, Wisnu menyebut akan memasukan program membatik sebagai salah satu program CSR unggulan PT KNI. Hal ini sejalan dengan program Pemerintah Kota Bontang dalam mendukung pengembangan UMKM, khususnya yang bergerak di sektor batik.
“Semoga kelompok batik Sampoang bisa lebih siap, dan bisa memproduksi batik lokal guna memenuhi kebutuhan pasar batik di Kota Bontang,” harapnya.
Sementara itu, Chahyo Hadi Wichaksono mengapresiasi komitmen PT KNI dalam melakukan pembinaan terhadap masyarakatnya itu. Kendati tidak berada di wilayah buffer zone-nya PT KNI, namun hal itu tidak menyurutkan niat perusahaan dalam membantu masyarakat.
Chahyo menyebut, saat ini kebutuhan terhadap batik lokal di Kota Bontang mengalami peningkatan, hal itu menyusul adanya edaran wali kota yang mewajibkan seluruh ASN menggunakan batik lokal.
“Kepada seluruh peserta, ikuti pelatihan ini secara sungguh-sungguh, agar semua ilmu yang akan disampaikan pemateri bisa diserap dan diaplikasikan,” ujar Chahyo.
Dalam kesempatan itu, Chahyo juga mengajak peserta untuk mendoakan eksistensi PT KNI dalam produksinya, agar manfaat keberadaannya bisa terus dirasakan masyarakat.
Sementara itu, Seto Utoro, narasumber pada pelatihan kali ini menuturkan, selama 5 hari kedepan ia akan memberikan pelatihan teknik colet serta penggunaan warna menyesuaikan dengan kondisi geografis masyarakat pesisir.
Teknik colet merupakan salah satu teknik yang mudah untuk diterapkan kepada para pembatik Sampoang, karena lokasinya yang berada berada di bibir laut.
“Batik Sampoang ini memiliki potensi besar, hal itu didukung potensi alam yang dapat dituangkan dalam batik, contohnya biota laut,”terangnya.
Disamping itu, lanjut dia, ketersediaan air laut juga faktor lain yang bisa memberi keuntungan bagi kelompok Sampoang dalam memproduksi batik
“Hal lainnya yakni penggunaan air laut dalam proses membatik, itu bisa digunakan,” terangnya.
Pemilik dari batik eseto ini mendoakan agar kedepan para pembatik sampoang bisa lebih maksimal dalam produksi, sehingga Batik Sampoang bisa menjadi salah satu kebanggaan Kota Bontang.
Rusnia, salah satu peserta pelatihan mengaku senang atas digelarnya kembali pelatihan membatik ini. Ia berterimakasih kepada PT KNI atas bimbingannya selama ini.
“Semoga dengan adanya pelatihan ini, kami bisa memproduksi batik yang berkualitas dan iconik,” sebutnya.
Disisi lain, Dian Mufarridah, Ketua Tim Pengembang Kurikulum SMA Negeri 2 Bontang mengatakan, kehadirannya dalam pelatihan ini untuk menimba ilmu tentang membatik, hal itu dilakukan lantaran Batik Sampoang akan menajdi salah satu mata pelajaran muatan lokal di sekolah. Harapannya, para siswa nantinya akan mencintai kearifan dan budaya lokal Kota Bontang. Ia berterimakasih kepada PT KNI atas kesempatan yang diberikan kepada pihak sekolah untuk mengikuti pelatihan ini.
“Ini kan ciri khasnya batik mangrove dan biota lau, semoga para siswa nantinya bisa lebih mencitai budaya serta kearifal lokal Bontang,” tandasnya.













