DIGTALPOS.com, Bontang – Universitas Mulawarman (Unmul) melakukan kajian bersama pihak Dinas Persputaskaan dan Kearsipan (DPK) dalam menentukan Tingkat Gemar Membaca (TGM) dan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) se-Kalimantan Timur (Kaltim).
Hasil kajian itu, Kota Bontang didaulat sebagai kota dengan tingkat TGM dan IPLM tertinggi di antara 10 kabupaten/kota se-Kaltim. Hal itu disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Perpustakaan Kota Bontang, Indra Nopika Wijaya.
Dia mengatakan penilaian ini tidak lahir dari kajian sembarangan, karena pihak Unmul dan provinsi benar-benar melakukan verifikasi untuk setiap daerah. “Nilai TGM kita itu untuk 2023 tertinggi se-Kaltim, capai 71,4 dengan kategori sedang berdasarkan kajian yang dilakukan DPK dengan Unmul,” katanya, Senin (27/5/2024).
Wilayah dengan posisi kedua adalah Kukar dengan angka (65,17). Selanjutnya Samrinda (59,9). Paser (54,02), Penajam Paser Utara (52,04). Kemudian Balikpapan (51,76), Kutai Timur (51,16), Mahakam Ulu (52,16). Lalu Berau (51,1), dan Kutai Barat (50,62).
Sementara, ucap Indra, indikator penyusunan nilai TGM ada lima antara lain Frekuensi Membaca (TFM), yaitu Jumlah aktivitas membaca per minggu. Lalu Durasi Membaca (TDM), lama waktu aktivitas membaca per hari.
“Kemudian jumlah Buku Dibaca (TJB), yaitu jumlah buku yang diselesaikan per 3 bulan. Lalu ada Frekuensi Akses Internet (FAI), frekuensi penggunaan internet untuk mengakses bahan informasi per minggu,” ucapnya.
“Selain itu juga ada Durasi Akses Internet (DAI), lama waktu aktivitas akses internet untuk mengakses bahan informasi per hari,” tambah Indra.

Kota Taman juga, kata dia, meraih peringkat pertama IPLM se-Kaltim yang mencapai angka 82,05. Adapun pengukuran IPLM, terang Indra sebanyak 7 indikator antara lain pemerataan layanan perpustakaan. Untuk Kota Bontang mencapai besaran 72% dari standar.
“Kemudian ada ketercukupan Koleksi. Di Bontang itu sampai 81% dari standar. Lalu Ketercukupan Tenaga Perpustakaan sebesar 100% dari standar. Tingkat kunjungan masyarakat per hari 22% dari standar. Angka ini khusus di Bontang semua,” paparnya.
Kemudian tambah Indra ada pencapaian perpustakaan yang dibina sesuai SNP sebesar 100% dari standar. Lalu Perpustakaan Ber-SNP 100% dari standar.
“Ini juga penting, terkait keterlibatan Masyarakat dalam Kegiatan Sosialisasi Perpustakaan. Angkanya capai 100% dari standar. Jadi sangat luar biasa memang. Kemudian Jumlah anggota kita di perpustakaan itu 100% dari standar. Dan karena ini semua, kita dapat poin 82,05 dengan predikat tinggi,” tutupnya. (Adv)













