DIGTALPOS.com, Bontang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang melakukan pembaharuan data untuk pemetaan kawasan yang berpotensi rawan bencana hanya di kawasan Bontang Utara.
Mulanya, kegiatan rutin itu akan dilakukan di seluruh 499 RT di Kota Bontang. Namun, karena terkendala beberapa hal, maka di APBD tahun 2024 ini, hanya Bontang Utara saja yang terdata.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bontang, Usman melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Eko Mashudi mengungkapkan, pihaknya kekurangan jumlah sumber daya manusia dan anggaran yang dimiliki.
“Kami memilih Bontang Utara karena jumlah penduduk lebih besar dan jumlah RT lebih banyak,” kata Eko belum lama ini.
Hingga saat ini, Tim BPBD sudah mendata sebanyaknya 12 RT, sejak Selasa 12 Juni 2024 lalu. Ia mengaku, pengambilan data dilakukan lebih lama, sebab data yang di ambil harus valid dan lengkap.
“Kadang ini juga jadi kendala, yang tidak bertemu Ketua RT nya, karena sedang bekerja atau kegiatan lain,” lanjutnya.
Maka pertemuan dengan Ketua RT dijadwalkan kembali. Hal ini bertujuan agar bisa koordinasi dan menggali informasi langsung dari orang yang mengetahui jelas daerah tersebut.
Eko berharap di tahun 2025, dapat dilaksanakan pendataan secara menyeluruh meliputi 499 RT di Kota Bontang.
“Nanti di APBD Perubahan, kami akan upayakan pendataan di Bontang Barat,” lanjutnya.
Karena waktu pelaksanaan di APBD perubahan lebih sempit, maka dipilih Bontang barat yang memiliki jumlah RT tidak terlalu banyak.
“Insyaallah akan selesai di akhir bulan Juni ini,” tutupnya.(Adv)













