DIGTALPOS.com, Bontang – Kekurangan Sumber Daya Manusia, menyebabkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang, tidak bisa membangun pos tambahan di beberapa kawasan yang dianggap rawan bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bontang, Usman, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Eko Mashudi mengungkapkan, banyak permintaan masuk mengenai penambahan pos, mengingat kantor BPBD Bontang hanya berada di tengah kota saja.
Terkadang pihaknya datang terlambat jika terjadi kebakaran atau musibah lain, jika lokasi jauh dari kantor. Terutama di daerah Bontang Lestari, yang rawan terjadi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Selain itu, fasilitas mobil air tanki hanya satu unit saja.
“Sebenarnya kami ingin membuat pos seperti Damkar, namun SDM kami hanya 40 orang saja,” ujarnya.
Kemudian, personil itu dibagi ke berbagai program BPBD Bontang sendiri. Alhasil, untuk menempatkan personel di tempat baru, pihaknya akan mengalami kesulitan menjalankan programnya.
Tak hanya itu, disebutkan anggaran juga menjadi penyebab penambahan pos tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat ini.
“Saat ini tidak bisa nambah tenaga honorer, hanya menunggu rekrutan dari P3K,” lanjutnya.
Dirinya berharap, fasilitas BPBD Bontang bisa terpenuhi dan lebih dekat ke masyarakat, guna membantu dalam menghadapi kebencanaan. (Adv)













