Tiga Musim Penuh Prestasi, Persib Resmi Berpisah dengan Asisten Pelatih Fisik Miro Petric

Tiga Musim Penuh Prestasi, Persib Resmi Berpisah dengan Asisten Pelatih Fisik Miro Petric
Miro Petric. (Dok.Persib)

DIGITALPOS.com – Perombakan besar-besaran di tubuh Persib Bandung terus berlanjut menjelang bergulirnya musim kompetisi yang baru. Setelah melepas sejumlah pemain yang menjadi bagian dari skuad dalam beberapa musim terakhir, kini perubahan juga menyentuh jajaran tim kepelatihan.

Manajemen Persib Bandung secara resmi mengumumkan berakhirnya kerja sama dengan asisten pelatih fisik asal Kroasia, Miro Petric, yang telah menjadi bagian penting dari perjalanan Maung Bandung selama tiga musim terakhir.

Kepergian Petric menjadi penanda berakhirnya salah satu kolaborasi paling sukses di era kepelatihan Bojan Hodak. Selama mendampingi Persib, Petric dikenal sebagai sosok yang bertanggung jawab menjaga kondisi fisik para pemain agar tetap prima di tengah padatnya jadwal pertandingan, baik di kompetisi domestik maupun internasional.

Peran tersebut dinilai sangat vital dalam menjaga konsistensi performa tim, terutama ketika Persib harus menghadapi jadwal pertandingan yang ketat dengan intensitas tinggi sepanjang musim.

Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi dan profesionalisme yang telah ditunjukkan Petric selama mengabdi bersama klub kebanggaan Bobotoh tersebut.

Menurutnya, Petric bukan hanya menjalankan tugas sebagai pelatih fisik, tetapi juga menjadi salah satu sosok penting yang ikut membangun fondasi keberhasilan Persib dalam beberapa musim terakhir.

“Miro telah memberikan kontribusi yang sangat berarti bagi perjalanan Persib dalam beberapa musim terakhir. Dengan dedikasi, disiplin, dan profesionalismenya, ia turut membantu menjaga performa dan kebugaran para pemain sehingga tim mampu tampil kompetitif di berbagai kompetisi. Kami mengucapkan terima kasih atas seluruh kerja keras dan kontribusi yang telah diberikan untuk Persib,” ujar Adhitia, Jumat (26/6/2026).

Miro Petric merupakan staf kepelatihan pertama yang dibawa oleh pelatih kepala Bojan Hodak saat pelatih asal Kroasia tersebut resmi menangani Persib pada awal kompetisi Liga 1 musim 2023/2024. Kehadirannya langsung membawa perubahan signifikan dalam aspek kebugaran tim.

Di bawah sentuhan Bojan Hodak dan jajaran staf kepelatihannya, Persib menjelma menjadi salah satu tim paling konsisten di Indonesia. Dalam kurun waktu tiga musim, Maung Bandung sukses mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih tiga gelar juara liga secara beruntun, sebuah pencapaian yang semakin mengukuhkan posisi Persib sebagai kekuatan utama sepak bola nasional.

Selama bertugas di Bandung, Petric tidak bekerja sendirian. Ia menjadi bagian dari tim kepelatihan yang solid bersama Goran Paulic, Igor Tolic, Yaya Sunarya, serta jajaran pelatih kiper yang terdiri atas Luizinho Passos, Mario Jozic, hingga I Made Wirawan.

Kolaborasi antarpelatih tersebut menjadi salah satu kunci keberhasilan Persib dalam membangun tim yang tidak hanya kuat secara teknik dan taktik, tetapi juga memiliki kondisi fisik yang mampu bersaing sepanjang musim. Persiapan fisik yang matang membuat para pemain mampu tampil konsisten, meminimalkan cedera, dan menjaga performa dalam berbagai kompetisi.

Tak heran apabila nama Miro Petric menjadi salah satu sosok yang turut dikenang dalam perjalanan sukses Persib selama beberapa tahun terakhir. Meski kini kebersamaan itu telah berakhir, manajemen memastikan kontribusinya akan selalu menjadi bagian dari sejarah klub.

Persib pun menyampaikan penghormatan sekaligus doa terbaik untuk langkah karier Petric berikutnya.

“Kami mendoakan yang terbaik untuk Miro Petric dalam perjalanan karier berikutnya. Semoga kesuksesan selalu menyertai setiap langkahnya. Hatur nuhun atas seluruh dedikasi dan kontribusinya untuk Persib,” tutup Adhitia.

Berakhirnya kerja sama dengan Miro Petric sekaligus menjadi sinyal bahwa Persib tengah memasuki babak baru dalam proses pembentukan tim menghadapi musim mendatang. Setelah melakukan perubahan pada komposisi pemain, kini penyegaran di jajaran staf kepelatihan menjadi bagian dari strategi klub untuk mempertahankan daya saing sekaligus melanjutkan tradisi prestasi yang telah dibangun dalam beberapa musim terakhir. (*)