DIGTALPOS.com, Bontang – Penguatan budaya lokal dinilai menjadi salah satu strategi penting dalam mendorong kemajuan sektor pariwisata yang berkelanjutan di Kota Bontang. Tidak hanya menghadirkan destinasi yang menarik, pengembangan pariwisata juga perlu dibarengi dengan upaya menampilkan identitas dan kekayaan budaya khas daerah agar memiliki daya saing dibandingkan wilayah lain.
Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi B DPRD Bontang, Rustam, yang menilai unsur budaya lokal harus menjadi bagian utama dalam setiap kegiatan wisata maupun agenda promosi daerah yang diselenggarakan pemerintah.
Menurutnya, tren pariwisata saat ini telah mengalami perubahan. Wisatawan tidak lagi sekadar mencari tempat untuk dikunjungi, tetapi juga menginginkan pengalaman yang autentik dan mampu memberikan kesan mendalam mengenai karakter suatu daerah.
“Budaya lokal harus menjadi kekuatan utama. Itu yang membuat wisata kita berbeda dengan daerah lain,” ujar Rustam, Minggu (7/6/2026).

Ia menjelaskan, Bontang memiliki beragam potensi budaya yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata. Salah satunya adalah seni tari jepen yang selama ini dikenal sebagai salah satu kesenian tradisional khas Kalimantan Timur dan memiliki nilai sejarah serta filosofi yang kuat.
Rustam menilai pertunjukan tari jepen maupun kesenian tradisional lainnya dapat ditampilkan secara rutin di kawasan wisata, terutama di Bontang Kuala yang selama ini menjadi salah satu destinasi unggulan Kota Bontang.
Menurutnya, kehadiran pertunjukan budaya secara berkala tidak hanya akan memperkaya atraksi wisata, tetapi juga memberikan pengalaman yang lebih berkesan bagi wisatawan yang datang.
“Ketika wisatawan berkunjung, mereka tidak hanya melihat pemandangan atau menikmati kuliner, tetapi juga bisa menyaksikan langsung budaya masyarakat setempat. Itu yang akan membuat kunjungan mereka lebih berkesan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Rustam menegaskan bahwa pelestarian budaya tidak cukup dilakukan melalui kegiatan seremonial atau acara tahunan semata. Budaya harus hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat dan menjadi bagian dari aktivitas yang dapat dinikmati oleh warga maupun wisatawan.
Ia mencontohkan sejumlah daerah di Indonesia yang berhasil mengembangkan sektor pariwisatanya karena mampu mengangkat budaya lokal sebagai identitas utama. Keunikan budaya tersebut kemudian menjadi magnet yang menarik wisatawan untuk datang dan mengenal daerah tersebut lebih jauh.
“Berbagai daerah yang berhasil mengembangkan sektor wisata justru menjadikan budaya lokal sebagai identitas utama. Ini yang perlu kita dorong bersama di Bontang,” katanya.
Karena itu, Rustam berharap pemerintah daerah dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi para pelaku seni dan budaya untuk tampil dalam berbagai agenda resmi, kegiatan promosi wisata, hingga penyambutan tamu dan wisatawan yang datang ke Kota Bontang.
Ia juga menilai keterlibatan komunitas seni dan generasi muda sangat penting dalam menjaga keberlangsungan budaya daerah. Dengan semakin sering ditampilkan di ruang publik, kesenian tradisional akan tetap hidup dan tidak tergerus oleh perkembangan zaman.
Selain menjadi sarana hiburan, kegiatan budaya juga memiliki nilai edukasi yang dapat memperkenalkan sejarah, tradisi, dan kearifan lokal kepada masyarakat luas. Langkah ini sekaligus menjadi upaya konkret untuk memastikan warisan budaya daerah tetap dikenal dan dicintai oleh generasi muda.
“Pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata harus berjalan beriringan. Jika budaya kita kuat, maka sektor wisata juga akan memiliki identitas yang kuat dan mampu menarik lebih banyak wisatawan,” pungkasnya. (Adv)













