DIGTALPOS.com, Bontang – Semangat ratusan pesepak bola muda memeriahkan pembukaan Turnamen ASKOT PSSI Bontang Kelompok Umur (KU) 10, 12, 13, dan 15 tahun di Stadion Besai Berinta, Jumat (8/5/2026).
Ajang pembinaan usia dini tersebut mendapat apresiasi langsung dari Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, yang hadir membuka sekaligus menyaksikan jalannya kompetisi.
Andi Faiz, sapaan akrabnya, menyebut turnamen sepak bola kelompok umur bukan sekadar kompetisi mencari juara, tetapi menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter generasi muda serta upaya mencetak atlet berprestasi di masa depan. Ia menilai, tingginya antusiasme peserta menunjukkan bahwa minat anak-anak Bontang terhadap olahraga sepak bola masih sangat besar dan perlu terus difasilitasi.
Suasana pembukaan turnamen terlihat penuh semangat. Para pemain muda yang berasal dari berbagai sekolah sepak bola dan klub lokal tampak antusias mengikuti pertandingan perdana. Sorak dukungan dari orang tua dan pendukung di tribun stadion turut menambah semarak kegiatan olahraga tahunan tersebut.
“Anak-anak ini adalah aset daerah. Mereka harus diberikan ruang kompetisi yang sehat agar kemampuan dan mental bertandingnya terus berkembang,” ujar Andi Faiz di sela kegiatan.

Ia menegaskan, pembinaan olahraga tidak bisa dilakukan secara instan dan hanya berfokus pada level senior. Menurutnya, pembinaan harus dimulai sejak usia dini melalui kompetisi yang rutin, terarah, dan berkelanjutan. Dengan pola pembinaan yang baik, Kota Bontang diyakini memiliki peluang besar melahirkan pesepak bola potensial yang mampu bersaing di level regional hingga nasional.
Lebih lanjut, Andi Faiz menilai keberadaan turnamen usia dini juga memiliki dampak positif terhadap perkembangan mental dan kedisiplinan anak-anak. Melalui olahraga, para peserta diajarkan pentingnya kerja sama tim, tanggung jawab, hingga sportivitas dalam bertanding.
“Yang paling penting bukan hanya soal juara, tetapi bagaimana anak-anak belajar disiplin, kerja sama, dan sportivitas sejak dini melalui olahraga,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD Bontang juga menyerahkan sertifikat pelatih (coach) secara simbolis kepada perwakilan pelatih sepak bola. Penyerahan sertifikat itu menjadi bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang olahraga, khususnya sepak bola.
Menurutnya, keberhasilan pembinaan atlet muda tidak terlepas dari kualitas pelatih yang mendampingi mereka selama proses latihan. Karena itu, peningkatan kapasitas dan kompetensi pelatih dinilai harus berjalan seiring dengan pembinaan atlet di lapangan.
Prosesi penyerahan sertifikat turut disaksikan Ketua KONI Bontang, Jamaluddin, bersama jajaran pengurus ASKOT PSSI Bontang. Kehadiran berbagai unsur tersebut dinilai menjadi bukti adanya sinergi antara legislatif, organisasi olahraga, dan stakeholder terkait dalam memajukan sepak bola di Kota Taman.
Turnamen ASKOT PSSI Bontang sendiri diharapkan mampu menjadi wadah positif bagi anak-anak dan remaja untuk menyalurkan bakat serta energi mereka ke kegiatan yang produktif. Selain meningkatkan kemampuan teknik bermain, kompetisi seperti ini juga dinilai dapat membantu menjauhkan generasi muda dari berbagai pengaruh negatif di lingkungan sosial.
Andi Faizal berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkesinambungan dengan dukungan seluruh pihak, sehingga ekosistem pembinaan sepak bola usia dini di Bontang semakin berkembang dan mampu melahirkan atlet-atlet berkualitas di masa mendatang. (Adv)













