DIGTALPOS.com, Bontang – Suasana hangat dan penuh kebersamaan menyelimuti perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-45 Gereja Toraja Jemaat Kanaan Bontang Barat, Sabtu (25/4/2026).
Di tengah nuansa syukur yang kental, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni hadir dan menyampaikan pesan kuat tentang pentingnya menjaga persatuan, kerukunan, dan toleransi di tengah masyarakat yang majemuk.
Wali Kota Neni menegaskan bahwa nilai kasih sayang, harmoni, serta saling menghargai merupakan fondasi utama dalam membangun kehidupan sosial yang damai. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat nilai-nilai tersebut, terlebih di Kota Bontang yang dikenal sebagai daerah dengan tingkat keberagaman yang tinggi.
“Bontang ini adalah rumah kita bersama. Di dalamnya ada berbagai suku, agama, dan budaya. Justru dari keberagaman inilah kita belajar untuk saling menghargai dan saling menguatkan,” ucapnya.
Neni menjelaskan, sebagai kota industri yang terus berkembang, Bontang menjadi magnet bagi masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia. Kondisi ini menjadikan kota ini kaya akan perbedaan, namun sekaligus menuntut adanya kesadaran kolektif untuk menjaga harmoni sosial.
Menurutnya, keberagaman bukanlah penghalang, melainkan kekuatan besar jika mampu dikelola dengan baik. Oleh karena itu, peran seluruh lapisan masyarakat sangat dibutuhkan untuk memperkuat persaudaraan lintas agama dan budaya.
Lebih lanjut, Neni menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bontang dalam membangun kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga menyentuh aspek intelektual, spiritual, dan emosional.
Dalam bidang keagamaan, Pemkot Bontang menunjukkan perhatian melalui pemberian insentif sebesar Rp2 juta kepada para pemuka agama, termasuk pendeta dan pastor. Kebijakan ini merupakan bentuk penghargaan atas kontribusi mereka dalam membina umat serta menjaga kerukunan di tengah masyarakat.
“Peran tokoh agama sangat penting dalam menjaga ketenteraman dan membentuk karakter masyarakat yang berakhlak. Pemerintah hadir memberikan dukungan, termasuk secara finansial,” jelasnya.
Di sektor pendidikan, Neni memastikan bahwa alokasi anggaran sebesar 20 persen tetap dipertahankan, meskipun terjadi penyesuaian pada APBD. Bahkan, insentif bagi guru swasta juga ditingkatkan sebagai upaya mendorong kualitas pendidikan yang lebih baik di Kota Bontang.
Ia menilai, investasi terbesar dalam pembangunan daerah terletak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, sektor pendidikan akan terus menjadi prioritas utama pemerintah.
Selain itu, Pemkot Bontang juga terus menggencarkan pembangunan infrastruktur dan peningkatan layanan publik. Perbaikan jalan serta fasilitas umum dilakukan secara bertahap agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
“Pembangunan infrastruktur kita lakukan secara berkelanjutan. Ini bagian dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan yang optimal bagi masyarakat,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Neni juga memberikan apresiasi kepada warga Kanaan yang dinilai berhasil menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Ia menyebut, kondisi yang kondusif tersebut merupakan hasil kolaborasi yang baik antara masyarakat, tokoh agama, dan pemerintah.
“Ini adalah prestasi bersama. Ketika masyarakat bersatu menjaga lingkungannya, maka keamanan dan ketertiban akan tercipta dengan baik,” pungkasnya.
Perayaan HUT ke-45 Gereja Toraja Jemaat Kanaan tak hanya menjadi momentum refleksi iman, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan dan toleransi yang menjadi kekuatan utama dalam kehidupan bermasyarakat di Kota Bontang. (Adv)













