DIGTALPOS.com, Samarinda – Isu ketergantungan ekonomi Kalimantan Timur pada sektor minyak dan gas (migas) serta batu bara kembali menjadi sorotan wakil rakyat di Karang Paci.
Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Firnadi Ikhsan, menegaskan pentingnya langkah konkret untuk melakukan diversifikasi ekonomi guna memperkuat kemandirian daerah dalam jangka panjang.
“Selain migas dan batu bara, sektor perkebunan tetap menjadi primadona di Kaltim. Kita punya lahan luas yang sangat potensial untuk pengembangan komoditas seperti kelapa sawit maupun kelapa,” ujarnya saat ditemui, Kamis (29/5/2025).
Firnadi menyebut, belakangan ini muncul gagasan untuk mengembangkan perkebunan kelapa secara masif. Menurutnya, komoditas ini punya prospek pasar yang sangat menjanjikan di dalam maupun luar negeri.
Tak hanya itu, ia juga menyoroti sektor lain yang masih menyimpan potensi besar, seperti perikanan dan peternakan. Dua sektor ini dinilai bisa menjadi penopang pertumbuhan ekonomi lokal jika dikelola secara serius dan berkelanjutan.
“Perikanan dan peternakan belum tergarap maksimal. Padahal, jika dikelola dengan teknologi dan manajemen modern, keduanya bisa menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang andal,” jelasnya.
Firnadi menekankan pentingnya pengembangan sektor industri pengolahan sebagai kelanjutan dari eksploitasi sumber daya alam. Selama ini, Kaltim dinilai masih terlalu bergantung pada ekspor bahan mentah tanpa nilai tambah.
“Kita perlu berpikir jangka panjang. Hilirisasi migas dan batu bara harus segera digenjot. Selama ini, potensi seperti pengolahan produk turunan batu bara atau gas belum dimanfaatkan secara optimal,” tegasnya.
Ia mencontohkan bentuk hilirisasi yang bisa dikembangkan, seperti industri kimia berbasis gas alam dan pabrik briket batu bara. Selain mampu meningkatkan pendapatan daerah, industri ini juga akan membuka banyak lapangan kerja baru bagi masyarakat.
“Kaltim tidak boleh terus bergantung pada komoditas mentah. Kalau ingin nilai ekonominya tetap di daerah, kuncinya ada di pengembangan industri hilir,” tukasnya. (Adv)













