DIGTALPOS.com, Bontang – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan komitmen Pemerintah Kota untuk terus membangun Bontang sebagai kota yang religius, berkarakter, dan berdaya saing. Hal ini disampaikannya saat menutup secara resmi Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) ke-18 tingkat Kota Bontang, di Stadion Bessai Berinta, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara, pada Rabu (29/10/2025) malam.
Ia menyampaikan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan MTQH yang berlangsung sejak 25 hingga 28 Oktober. Ia mengapresiasi seluruh panitia dan peserta yang telah menjadikan kegiatan ini tidak hanya sebagai ajang lomba, tetapi juga wadah memperdalam nilai keimanan dan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan Hadits.
“Alhamdulillah, pelaksanaan MTQH ke-18 berjalan dengan baik dan lancar. Saya ucapkan selamat kepada para peserta, terutama Kecamatan Bontang Selatan yang menjadi juara umum. Namun yang paling penting, semoga kegiatan ini menumbuhkan semangat untuk terus belajar dan mengamalkan isi Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya.
Kata dia, kegiatan keagamaan seperti MTQH menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota membangun karakter masyarakat Bontang. Menurutnya, kemajuan kota bukan hanya diukur dari infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga dari seberapa kuat warganya memegang nilai spiritual.
“MTQH adalah ruang pembinaan moral dan akhlak generasi muda. Melalui kegiatan ini, kita menyiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga kuat secara spiritual,” jelasnya.
Pun dirinya menyinggung tentang komitmen Pemkot dalam menjalankan 120 program RPJMD, meski menghadapi tantangan penurunan transfer keuangan daerah. Fokus pembangunan, katanya, tetap diarahkan pada sektor pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup, dan pelayanan dasar.
“Kami ingin memastikan tidak ada anak Bontang yang putus sekolah. Karena itu, 20 persen APBD Kota Bontang tetap kami prioritaskan untuk pendidikan. Kami juga sudah menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah bagi siswa SMP di Kelurahan Guntung dan Rawa Indah,” paparnya.
Selain itu, dirinya turut mengingatkan pentingnya kepedulian lingkungan di tengah kemajuan teknologi dan pembangunan. Ia menyebut pengelolaan sampah di Bontang kini dinilai sebanding dengan sistem di Jeju, Korea Selatan.
“Mari kita jaga kebersihan kota dan biasakan memilah sampah mulai dari rumah. Bontang harus menjadi contoh kota hijau dan sehat,” ajaknya.
Pada kesempatan itu, Wali Kota juga menyerahkan penghargaan kepada para juara MTQH ke-18, di mana para pemenang lomba menerima hadiah hingga Rp7 juta, sesuai dengan cabang yang diikuti. Ia berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan dalam membaca dan memahami Al-Qur’an.
“Bagi yang menang, jangan berhenti sampai di sini. Teruslah belajar dan berprestasi. Dan bagi yang belum menang, jangan berkecil hati. Semua peserta adalah pemenang di mata Allah karena telah berjuang memuliakan Al-Qur’an,” ucapnya.
Acara penutupan MTQH ke-18 semakin semarak dengan pnampilan Fatin Shidqia Lubis yang membawakan lagu-lagu religi, menambah suasana haru dan kebanggaan bagi seluruh masyarakat Bontang. Neni menutup kegiatan dengan doa agar Bontang senantiasa menjadi kota yang damai dan diberkahi.
“Mari bersama-sama kita jadikan Bontang sebagai baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur – kota yang baik, aman, dan selalu dalam lindungan Allah SWT,” tutupnya penuh harap. (Adv)













