DIGTALPOS.com — Derita panjang kembali menghampiri Jung Kwan Jang Red Sparks. Dalam duel sengit yang berlangsung lima set, Red Sparks harus mengakui keunggulan AI Peppers dengan skor tipis 3-2 (25-17, 25-19, 21-25, 22-25, 15-5).
Kekalahan ini bukan sekadar hasil minor biasa ini menjadi kekalahan ke-11 secara beruntun yang membuat Red Sparks resmi terdampar di posisi juru kunci klasemen untuk pertama kalinya sejak musim 2018-2019.
Pertandingan putaran kelima Divisi Wanita V-League 2025-2026 yang digelar di Pepper Stadium itu awalnya berjalan sesuai prediksi tuan rumah. AI Peppers tampil percaya diri dan agresif sejak set pertama. Serangan tajam serta pertahanan solid membuat mereka unggul cepat 25-17 dan kembali mengunci set kedua dengan skor 25-19.
Di titik itu, Red Sparks tampak akan kembali menelan kekalahan tanpa perlawanan berarti. Namun, semangat juang tim tamu belum padam.
Kebangkitan mulai terlihat pada set ketiga. Masuknya Elisa Zanette yang menggantikan Megawati Hangestri membawa energi baru dalam serangan. Dipadukan dengan performa impresif rookie Park Yeo-reum, Red Sparks perlahan menemukan ritme permainan. Serangan-serangan cepat dan variasi bola silang sukses memecah konsentrasi pertahanan AI Peppers. Set ketiga berhasil diamankan 21-25, dan momentum itu berlanjut di set keempat dengan kemenangan 22-25 yang memaksa laga ditentukan lewat set penentuan.
Atmosfer stadion memanas. Publik Gwangju sempat terdiam melihat peluang kemenangan yang hampir lepas dari genggaman.
Namun, pengalaman dan ketenangan AI Peppers menjadi pembeda di set kelima. Mereka kembali menguasai permainan sejak awal. Fokus pada blok rapat dan serangan balik cepat membuat Red Sparks kesulitan mengembangkan permainan. Set penentuan pun berakhir relatif timpang, 15-5 untuk kemenangan tuan rumah.
Pemain asing asal Amerika Serikat, Zoe Weatherington, tampil luar biasa sebagai motor serangan AI Peppers. Ia membukukan 40 poin dengan tingkat keberhasilan serangan mencapai 47 persen, angka yang menunjukkan efisiensi sekaligus konsistensinya sepanjang laga. Park Eun-seo turut memberi kontribusi penting dengan tambahan 22 poin, memastikan kemenangan kedua beruntun bagi timnya.
Kemenangan ini terasa semakin manis karena AI Peppers menutup putaran kelima dengan rekor 4-2. Secara keseluruhan, mereka kini mengoleksi 13 kemenangan dan 38 poin catatan yang menjadi rekor klub untuk jumlah kemenangan dan poin terbanyak dalam satu musim.
Di kubu seberang, upaya keras Red Sparks belum membuahkan hasil. Elisa Zanette mencetak 26 poin dan Park Yeo-reum menambahkan 13 poin, tetapi di momen krusial set kelima, strategi akhir tak mampu membendung gempuran AI Peppers.
Sebelum pertandingan, pelatih Ko Hee-jin sebenarnya sudah memberi gambaran kondisi timnya yang tidak ideal. Ia mengonfirmasi beberapa perubahan susunan pemain akibat cedera.
“Hari ini, (Choi) Seo-hyun akan menjadi starter, bukan (Yeom) Hye-seon. (Park) Yeo-reum dan (Lee) Seon-woo akan menjadi outside hitter. Inkusi mengalami cedera pergelangan kaki. Dia perlu diistirahatkan,” ujarnya seperti dilansir dari Naver.
Meski situasi klasemen kian sulit, Ko menegaskan timnya tidak boleh kehilangan semangat. Baginya, perjuangan di lapangan bukan hanya soal angka di papan skor, melainkan juga tentang tanggung jawab terhadap para pendukung.
“Alasan kami bermain adalah karena para penggemar. Kami selalu berusaha menunjukkan ekspresi yang baik dan ceria. Performa kami saat ini tidak bagus, tetapi kami harus bermain. Kami tidak boleh mengecewakan para penggemar,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa dukungan suporter menjadi bahan bakar utama di tengah masa sulit.
“Para penggemar meluangkan waktu untuk datang dan menyemangati kami. Kita tidak boleh melupakan ini dan harus bekerja lebih keras. Kekuatan dan performa tim kami belum bagus musim ini, tetapi kami harus memastikan mereka terus mendukung tim kami. Kami akan mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh agar kami selalu dapat menunjukkan yang terbaik kepada mereka.”
Kini, tantangan besar menanti Red Sparks. Rentetan 11 kekalahan menjadi tekanan psikologis yang tidak ringan. Namun, di tengah keterpurukan, harapan tetap menyala bahwa kebangkitan bisa datang dari satu kemenangan kecil yang mengubah segalanya.













