DIGTALPOS.com, Kutai Kartanegara — Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Bidang Sumber Daya Air (SDA) mencatat pencapaian membanggakan di tahun anggaran 2024. Seluruh program prioritas yang berfokus pada pengendalian banjir dan penguatan infrastruktur irigasi dipastikan rampung dan siap memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya para petani di daerah rawan genangan air.
Kepala Bidang SDA DPU Kukar, Awang Agus Sahbani, menyampaikan bahwa seluruh kegiatan telah direalisasikan secara penuh meski sempat menghadapi tantangan teknis di lapangan. Beberapa proyek memang sempat mengalami keterlambatan, namun berhasil dituntaskan berkat optimalisasi waktu dan pengelolaan proyek yang mengacu pada ketentuan yang berlaku.
“Kalau untuk 2024, semua kegiatan sudah terrealisasi. Memang ada pekerjaan yang sempat terkendala waktu, namun akhirnya bisa kita selesaikan dengan penyesuaian waktu pelaksanaan yang masih dalam koridor aturan,” ujar Awang pada Jumat (11/7/2025).
Program pengendalian banjir difokuskan pada titik-titik rawan genangan di sejumlah kecamatan strategis. Sementara itu, pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi menyasar kawasan pertanian utama seperti Tenggarong Seberang, Muara Kaman, Sebulu, Tenggarong, Marangkayu, dan Muara Badak. Dua kecamatan lain, Tabang dan Kenohan, juga turut mendapatkan sentuhan pembangunan pada sektor serupa.

Menurut Awang, peningkatan infrastruktur irigasi ini diharapkan mampu mendorong peningkatan indeks pertanaman (IP) dari dua kali menjadi tiga kali dalam setahun. Dengan kata lain, petani dapat menanam dan memanen lebih banyak dalam satu tahun, yang tentunya berdampak langsung pada ketahanan pangan dan kesejahteraan ekonomi lokal.
“Kalau sistem irigasinya lancar dan airnya terdistribusi dengan baik, otomatis petani bisa meningkatkan produktivitasnya. Itu target jangka panjang yang ingin kita capai,” jelasnya.
Sementara untuk pengendalian banjir, program ini diharapkan mampu mengurangi risiko kerusakan infrastruktur umum dan gangguan aktivitas warga saat musim hujan, yang selama ini menjadi keluhan tahunan di beberapa wilayah.
Awang menegaskan bahwa tahun 2025 pihaknya akan kembali fokus menjalankan program sesuai arah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kukar. Ia berharap keberhasilan program tahun 2024 menjadi pondasi kuat untuk proyek-proyek lanjutan ke depan.
“Kami di Bidang SDA siap melanjutkan pekerjaan di tahun ini dengan lebih matang, agar masyarakat tidak lagi dihantui kekhawatiran saat musim penghujan,” pungkasnya.













