DIGTALPOS.com, Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus menunjukkan komitmennya dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara moral dan berkarakter. Fokus tersebut diwujudkan melalui program penguatan pendidikan karakter yang melibatkan sinergi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah daerah.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menegaskan bahwa pendidikan karakter merupakan fondasi utama dalam membangun generasi penerus bangsa yang berintegritas dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri maupun lingkungannya.
“Pendidikan bukan hanya soal nilai akademik, tetapi juga tentang membentuk pribadi yang berakhlak, memiliki empati, dan disiplin,” ucapnya saat dikonfirmasi, Kamis (6/11/2025).
Menurut Agus Haris, pembentukan karakter anak tidak bisa diserahkan hanya kepada sekolah. Keluarga, terutama orang tua, memiliki peran yang sangat besar dalam mendampingi perkembangan perilaku dan moral anak di rumah. Ia menilai, sinergi yang kuat antara guru dan orang tua akan menghasilkan hasil pendidikan yang lebih menyeluruh.
“Guru BK dan orang tua adalah pihak yang paling memahami kondisi emosional dan perkembangan mental anak. Karena itu, pembinaan karakter harus menjadi tanggung jawab bersama,” tuturnya.
Lebih lanjut, pembinaan karakter tidak bisa dilakukan secara instan, katanya. Proses tersebut memerlukan pendekatan yang berkesinambungan, sabar, dan berbasis nilai-nilai psikologi perkembangan anak.
“Membentuk karakter anak itu butuh proses panjang. Tidak bisa hanya lewat kegiatan sesaat. Perlu pendampingan yang konsisten agar nilai-nilai positif benar-benar tertanam,” tegasnya.
Terkait wacana pelibatan TNI dan Polri dalam program pembinaan karakter, pria yang akrab disapa AH ini menegaskan bahwa langkah itu tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran sekolah atau guru. Kolaborasi tersebut justru diharapkan menjadi penguatan dalam hal kedisiplinan, wawasan kebangsaan, serta rasa hormat siswa terhadap aturan dan tata tertib.
“Kita ingin membangun kedisiplinan dan nasionalisme anak-anak sejak dini. Tapi pendekatannya tetap harus humanis dan mendidik, bukan dengan cara menekan,” tegasnya lagi.
Pemkot Bontang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) kini juga tengah melakukan kajian untuk menyusun metode pembinaan karakter yang efektif dan relevan dengan kondisi sosial pelajar di kota tersebut. Pendekatan kolaboratif antara sekolah, tenaga pendidik, dan pihak keluarga akan menjadi kunci utama keberhasilan program ini.
AH berharap, melalui program ini siswa tidak hanya memiliki kedisiplinan yang tinggi, tetapi juga mampu menumbuhkan rasa empati, menghargai perbedaan, serta tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sosialnya.
“Kami ingin anak-anak Bontang tumbuh menjadi generasi yang cerdas, santun, dan berjiwa kebangsaan,” pungkasnya. (Adv)













