DIGTALPOS.com, Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus memperkuat komitmennya terhadap pemantauan tumbuh kembang anak melalui Operasi Timbang Serentak yang tengah berlangsung di seluruh wilayah kota. Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan langkah strategis untuk memastikan seluruh balita di Bontang terpantau kondisi gizinya secara menyeluruh.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan pentingnya pelaksanaan kegiatan ini tanpa ada satu pun balita yang terlewat. Menurutnya, kesehatan dan gizi anak merupakan pondasi utama bagi masa depan generasi Bontang yang unggul dan produktif.
“Target kita jelas: semua balita harus terdata dan ditimbang. Ini bukan sekadar angka, ini menyangkut masa depan pertumbuhan generasi Bontang,” tegas Neni, Jumat (7/11/2025).
Memasuki hari ketiga pelaksanaan, tercatat 7.285 balita dari total 9.769 sasaran telah menjalani penimbangan. Angka tersebut setara dengan 74,57 persen dari target keseluruhan.
Orang nomor satu di Kota Taman (sebutan Bontang) ini menyebut, program tersebut mendapat sabutan positif masyarakat, hal ini dibuktikan dengan tingginya angka partisipasi masyarakat. kendati begitu, Pemkot menekankan agar pemerataan menjadi fokus menjelang batas akhir pelaksanaan operasi timbang.
“Kami mengapresiasi delapan posyandu yang sudah mencapai 100 persen. Tapi keberhasilan tidak boleh hanya di sebagian wilayah. Semua kelurahan harus bergerak serentak,” ujarnya.
Berdasarkan data sementara, Kelurahan Gunung Elai mencatat capaian tertinggi dengan 88,02 persen balita telah ditimbang. Sementara itu, Belimbing dan Satimpo masih tertinggal dengan capaian di bawah 65 persen.
Perbedaan ini disebut tidak hanya disebabkan oleh tingkat partisipasi masyarakat, tetapi juga oleh faktor mobilitas keluarga, jadwal kerja orang tua, dan akses lokasi posyandu. Untuk itu, kader dan petugas puskesmas diminta melakukan koordinasi lebih intensif, termasuk menyiapkan strategi jemput bola bagi keluarga yang belum sempat hadir.
“Kami ingin pastikan tak ada satu pun balita yang luput dari pemantauan. Kalau perlu, kader datang langsung ke rumah-rumah,” jelasnya.
Lebih dari sekadar kegiatan administratif, operasi timbang ini juga menjadi instrumen penting dalam mencegah stunting. Dengan data pertumbuhan yang akurat, pemerintah dapat segera melakukan intervensi bila ditemukan indikasi risiko gizi buruk atau gangguan pertumbuhan pada anak.
“Kami tidak ingin menunggu masalah muncul. Pemantauan ini adalah bentuk intervensi awal harus dilakukan tepat waktu, tepat sasaran, dan tepat metode,” ujar Neni.
Selain penimbangan berat dan tinggi badan, kegiatan ini juga melibatkan pemeriksaan kesehatan dasar, penyuluhan gizi seimbang, serta edukasi pola makan keluarga. Upaya ini diharapkan memperkuat kesadaran orang tua tentang pentingnya deteksi dini terhadap masalah tumbuh kembang anak.
Pemkot Bontang juga mengajak seluruh orang tua balita agar aktif datang ke posyandu. Bagi yang berhalangan hadir, disediakan penjadwalan ulang agar setiap anak tetap terpantau tanpa terkecuali.
“Kesehatan anak bukan hanya urusan pemerintah, tapi tanggung jawab bersama. Mari kita pastikan semua balita Bontang tumbuh sehat, cerdas, dan kuat,” pungkas Neni. (Adv)













