DIGTALPOS.com, Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga sehat secara mental dan emosional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Mental Health yang digelar oleh Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Bontang di Ballroom Hotel Sintuk, Selasa (4/11/2025).
Kegiatan yang diikuti puluhan peserta dari berbagai kalangan pemuda, pelajar, dan komunitas sosial ini dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bidang Hukum Pemkot Bontang, Anwar Sadat, mewakili Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni.
Dalam kesempatan itu, Anwar menegaskan bahwa Pemkot Bontang berkomitmen penuh untuk terus memperkuat program-program yang mendukung kesejahteraan psikologis generasi muda.
“Atas nama Pemerintah Kota Bontang, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas terselenggaranya pelatihan ini. Ini adalah bukti nyata kepedulian pemerintah terhadap masa depan anak muda, agar mereka tumbuh menjadi generasi yang tangguh, sehat, dan berdaya saing,” ucapnya.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini tidak lagi sederhana. Di era digital, tekanan datang dari berbagai arah mulai dari tuntutan akademik, tekanan sosial, hingga paparan media sosial yang tanpa disadari memengaruhi kondisi psikologis.
“Banyak anak muda yang tampak baik-baik saja, padahal sedang berjuang menghadapi kecemasan, stres, atau bahkan kehilangan makna hidup. Di sinilah pentingnya literasi mental dan dukungan sosial dari lingkungan sekitar,” ungkapnya.
Anwar menambahkan, pelatihan semacam ini diharapkan dapat membangun ekosistem pemuda yang sehat secara holistik tidak hanya unggul dalam bidang akademik atau olahraga, tetapi juga kuat dalam pengendalian diri, mampu mengelola emosi, serta memiliki karakter positif.
“Pikiran yang sehat akan melahirkan tindakan yang bijak. Itulah fondasi dalam membangun masyarakat yang tangguh dan harmonis,” tegasnya.
Kegiatan pelatihan ini tidak hanya berisi paparan teori, tetapi juga menghadirkan sesi interaktif bersama narasumber berkompeten di bidang psikologi dan pengembangan diri. Peserta diajak untuk memahami tanda-tanda gangguan mental, strategi menjaga keseimbangan emosi, serta cara saling mendukung di lingkungan sosial.
Selain itu, Dispopar Bontang berencana menjadikan kegiatan ini sebagai program berkelanjutan. Ke depan, pelatihan serupa akan diperluas ke sekolah-sekolah, kampus, hingga komunitas pemuda agar semakin banyak masyarakat memahami pentingnya kesehatan mental sebagai bagian dari kualitas hidup.
“Kami ingin gerakan peduli kesehatan mental ini tumbuh di semua lapisan masyarakat. Mari bersama menjadikan Bontang sebagai kota yang ramah terhadap kesehatan mental—tempat di mana setiap orang bisa tumbuh bahagia, aman, dan saling mendukung,” tutur Anwar.
Melalui kegiatan ini, Pemkot Bontang berharap kesadaran publik terhadap isu kesehatan mental tidak berhenti di ruang pelatihan semata. Pemerintah ingin agar gerakan ini menjadi bagian dari budaya sosial baru, di mana saling peduli dan mendukung menjadi nilai utama dalam kehidupan masyarakat Bontang.
Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan komunitas pemuda, Bontang menatap masa depan sebagai kota yang sehat secara mental, kreatif, dan berdaya saing tinggi. (Adv)













