Keluarga Minta Pencarian 5 Jurnalis dan 3 ABK Arupadhatu 1 Diperpanjang

Keluarga Minta Pencarian 5 Jurnalis dan 3 ABK Arupadhatu 1 Diperpanjang
Personel SAR gabungan melakukan pencarian terhadap rombongan jurnalis yang hilang kontak. (Foto: Istimewa)

DIGTALPOS.com – Harapan keluarga untuk menemukan lima jurnalis dan tiga anak buah kapal (ABK) speedboat Arupadhatu 1 yang hilang di perairan Selat Sunda belum surut. Keluarga meminta operasi pencarian terhadap delapan orang tersebut diperpanjang meski batas waktu operasi yang ditetapkan sebelumnya akan berakhir pada Senin (14/9/2026).

Permintaan itu disampaikan langsung kepada Gubernur Banten Andra Soni saat bertemu dengan keluarga para jurnalis di salah satu penginapan di kawasan Carita, Kabupaten Pandeglang, Minggu (13/9/2026) malam.

Keluarga berharap Tim SAR gabungan tidak menghentikan pencarian hanya karena masa operasi awal telah berakhir. Mereka menilai masih ada peluang untuk menemukan keberadaan para korban, terlebih dalam beberapa hari terakhir tim pencari menemukan sejumlah benda di sekitar wilayah pencarian.

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, aspirasi keluarga tersebut telah diteruskan kepada Basarnas dan seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian.

“Setelah kami berdiskusi, pihak keluarga meminta kepada Basarnas gabungan untuk memperpanjang proses pencarian, dengan pertimbangan dalam dua hari terakhir tim pencari menemukan sejumlah benda, meski sebagian besar bukan milik awak kapal,” kata Andra.

Menurutnya, sejumlah temuan di lokasi pencarian menjadi salah satu alasan keluarga berharap operasi dapat dilanjutkan. Kendati demikian, hingga kini belum dapat dipastikan apakah benda-benda tersebut memiliki keterkaitan dengan speedboat Arupadhatu 1 maupun delapan orang yang berada di dalamnya.

Andra meminta keluarga tetap bersabar dan memberikan kepercayaan kepada Tim SAR gabungan yang masih berupaya menyisir wilayah perairan Selat Sunda.

Hingga Minggu malam, belum ada keputusan resmi mengenai perpanjangan masa operasi pencarian. Tim SAR gabungan masih melakukan penyisiran di sejumlah titik yang dianggap memiliki kemungkinan menjadi lokasi keberadaan speedboat maupun para penumpangnya.

Sebelumnya, Arupadhatu 1 dilaporkan hilang kontak setelah bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Speedboat tersebut membawa lima jurnalis dan tiga ABK yang berangkat untuk menjalankan tugas peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau di kawasan perairan Selat Sunda.

Setelah laporan kehilangan kontak diterima, operasi pencarian langsung dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur SAR. Area pencarian kemudian diperluas, termasuk ke wilayah sekitar Gunung Anak Krakatau dan sejumlah pulau yang berada di sekitarnya.

Penyisiran dilakukan melalui jalur laut dan udara untuk memperbesar peluang menemukan jejak keberadaan Arupadhatu 1 maupun delapan orang yang hingga kini belum diketahui nasibnya.

Keluarga berharap pencarian tidak dihentikan sebelum ada kepastian mengenai keberadaan para korban. Mereka juga meminta seluruh unsur terkait terus mengerahkan kemampuan terbaik untuk menemukan lima jurnalis dan tiga ABK tersebut.

Sementara itu, keputusan mengenai perpanjangan operasi masih menunggu hasil evaluasi dan keputusan Tim SAR gabungan. Hingga Senin (14/9/2026), pencarian terhadap delapan orang yang hilang di perairan Selat Sunda masih menjadi prioritas operasi kemanusiaan di wilayah tersebut. (*)