DIGITALPOS.com – Bulan Ramadan identik dengan momen berbuka puasa yang selalu dinanti. Setelah seharian menahan lapar dan haus, banyak orang ingin segera menyantap hidangan segar untuk mengembalikan energi. Buah-buahan pun kerap menjadi pilihan utama karena dianggap sehat, ringan, dan aman untuk lambung.
Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Tak semua buah cocok dikonsumsi saat perut dalam kondisi kosong setelah berpuasa hampir 12 jam. Lambung yang seharian tidak terisi makanan berada dalam kondisi sensitif. Jika salah memilih asupan, bukan kesegaran yang didapat, melainkan rasa perih, kembung, hingga tubuh terasa lemas.
Mengutip Pulse.ng (27/2), berikut tujuh buah yang sebaiknya tidak dikonsumsi secara langsung saat berbuka puasa.
1. Buah Citrus
Jeruk, lemon, dan grapefruit termasuk dalam kelompok buah citrus yang memiliki kandungan asam cukup tinggi. Saat perut kosong, kadar asam tersebut dapat memicu iritasi dinding lambung.
Akibatnya, muncul rasa perih, mulas, sensasi terbakar di dada (heartburn), bahkan berisiko memperparah gastritis bagi yang memiliki riwayat maag. Alih-alih menyegarkan, buah citrus justru bisa membuat waktu berbuka terasa tidak nyaman.
2. Nanas
Nanas mengandung enzim bromelain yang dikenal membantu proses pencernaan. Meski demikian, sifat enzim ini cukup kuat jika dikonsumsi saat lambung belum terisi makanan lain.
Ditambah kandungan asam dan gula alaminya, nanas dapat meningkatkan produksi asam lambung dan memicu rasa perih. Bagi penderita maag atau asam lambung, efeknya bisa lebih terasa.
3. Apel
Apel memang kaya serat dan antioksidan yang baik bagi kesehatan. Namun, serat tinggi pada apel mentah bisa terasa “berat” bagi lambung kosong.
Kondisi ini dapat menyebabkan kembung, begah, atau rasa tidak nyaman. Jika ingin mengonsumsi apel saat berbuka, sebaiknya dalam porsi kecil atau setelah perut terisi makanan ringan lainnya.
4. Pepaya
Pepaya terkenal sebagai buah yang baik untuk melancarkan pencernaan. Akan tetapi, bagi sebagian orang, pepaya dapat memberikan efek laksatif ringan saat dikonsumsi dalam kondisi perut kosong.
Akibatnya, muncul rasa mulas atau dorongan buang air besar yang tidak nyaman tepat setelah berbuka. Bagi yang memiliki lambung sensitif, sebaiknya berhati-hati.
5. Semangka
Semangka menjadi favorit saat Ramadan karena kandungan airnya yang tinggi dan rasanya yang manis menyegarkan. Namun, kandungan gula alaminya dapat menyebabkan lonjakan gula darah secara cepat.
Setelah lonjakan tersebut, kadar gula bisa turun drastis sehingga tubuh terasa lemas. Selain itu, efek diuretiknya dapat membuat rasa haus kembali muncul tidak lama setelah berbuka.
6. Mangga
Mangga kaya vitamin dan antioksidan, tetapi juga tinggi fruktosa. Jika dikonsumsi saat perut kosong, kandungan gula ini bisa membebani sistem pencernaan.
Bagi sebagian orang, kondisi ini menimbulkan rasa begah, mual ringan, atau penurunan energi secara mendadak setelah berbuka.
7. Pisang
Pisang dikenal sebagai sumber kalium dan magnesium yang baik untuk tubuh. Namun, ketika dikonsumsi saat perut kosong, keseimbangan mineral dalam darah bisa berubah secara tiba-tiba.
Hal ini berpotensi menyebabkan rasa tidak nyaman di lambung atau mual pada beberapa orang. Pisang akan lebih aman dikonsumsi setelah perut terisi makanan lain seperti kurma atau makanan ringan.
Bijak Memilih Menu Berbuka
Meski buah-buahan tetap penting sebagai bagian dari pola makan sehat, waktu dan cara konsumsinya perlu diperhatikan. Untuk berbuka puasa, disarankan memulai dengan air putih dan makanan ringan yang mudah dicerna seperti kurma atau sup hangat, sebelum mengonsumsi buah dalam porsi wajar.
Dengan memilih menu yang tepat, momen berbuka tidak hanya menjadi pelepas dahaga, tetapi juga tetap menjaga kesehatan lambung sepanjang Ramadan. (*)









