DIGTALPOS.com, Samarinda – Ketimpangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kalimantan Timur (Kaltim) kembali jadi sorotan. Dua kabupaten di wilayah barat, yakni Kutai Barat dan Mahakam Ulu, masih berada di posisi terbawah dalam capaian IPM provinsi. Kutai Barat mencatat angka 74,76, sementara Mahulu hanya 70,79.
Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ekti Imanuel, menilai kondisi tersebut menunjukkan belum meratanya dampak pembangunan. Meski secara makro Kaltim terus tumbuh, daerah-daerah tertentu masih tertinggal dalam hal kualitas hidup.
“Pembangunan tidak bisa hanya fokus pada infrastruktur. Pembangunan manusia harus jadi prioritas utama,” tegas Ekti, Senin (19/5/2025).
Ia menyebut, rendahnya IPM mencerminkan minimnya akses warga terhadap layanan dasar, seperti pendidikan dan kesehatan. Menurutnya, pembangunan fisik harus dibarengi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Ekti juga menyoroti program pendidikan dan kesehatan gratis dari Pemprov Kaltim. Ia meminta agar distribusinya dievaluasi, supaya benar-benar menjangkau daerah yang paling membutuhkan.
“Jangan hanya dinikmati daerah yang infrastrukturnya sudah siap. Kutai Barat dan Mahulu harus jadi perhatian,” tambahnya.
Politikus asal daerah pemilihan Kaltim wilayah barat itu menegaskan pentingnya kehadiran fasilitas berkualitas, seperti sekolah unggulan dan rumah sakit rujukan di dua kabupaten tersebut. Hal itu, kata dia, bisa menjadi fondasi untuk percepatan peningkatan IPM.
Namun ia mengingatkan, pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada proyek-proyek fisik yang sifatnya simbolis. Pemerintah, menurutnya, harus mulai menjadikan IPM sebagai indikator utama dalam menyusun kebijakan pembangunan.
“Kalau tidak ada upaya serius dan menyeluruh, kesenjangan antardaerah di Kaltim akan makin lebar,” ucapnya.
Padahal, lanjut Ekti, Kutai Barat dan Mahakam Ulu punya potensi besar. Namun tanpa dukungan pembangunan manusia yang kuat, daerah itu akan sulit mengejar ketertinggalan.
“IPM bukan cuma soal angka. Itu cermin keadilan dan keberhasilan pembangunan kita,” pungkasnya. (Adv)













