DIGTALPOS.com, Penajam Paser Utara – Kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur membawa dampak positif bagi daerah-daerah penyangga, salah satunya Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Wilayah ini kini menjadi sorotan nasional dan memancarkan harapan baru bagi masyarakat setempat.
Kemajuan infrastruktur terlihat nyata. Jalan-jalan yang sebelumnya rusak kini tersambung mulus antar desa, membuka akses baru dan menggerakkan roda ekonomi lokal.
Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Baharuddin Muin, mengapresiasi perubahan tersebut. Menurutnya, pembangunan di PPU mencerminkan keseriusan pemerintah dalam mempersiapkan wilayah sebagai penyangga utama IKN.
“Jalan penghubung dari Sepaku ke Petung dan jalur menuju perbatasan sudah jauh lebih baik. Ini bukti nyata bahwa pembangunan benar-benar berjalan dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya, Selasa (6/5/2025).
Namun, Baharuddin menegaskan, pembangunan tak cukup hanya fokus pada infrastruktur fisik. Ia mendorong agar dampak pembangunan juga menyentuh aspek sosial dan kemanusiaan, terutama peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Kami tidak ingin masyarakat hanya melihat jalan mulus atau gedung megah. Pembangunan harus memberi perubahan nyata dalam kehidupan mereka sehari-hari, terutama di desa-desa terpencil,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa infrastruktur menjadi fondasi penting untuk mendorong kemajuan di sektor ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Jalan yang baik, menurutnya, akan mempercepat distribusi hasil pertanian, memudahkan anak-anak bersekolah, memperlancar akses ke layanan kesehatan, dan membuka peluang usaha baru di pedesaan.
Tak kalah penting, Baharuddin menyoroti perlunya pembangunan yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Bagi politisi Partai Gerindra ini, masyarakat harus menjadi subjek dalam pembangunan, bukan sekadar penerima hasil.
“Keterlibatan masyarakat sangat penting agar mereka merasa memiliki pembangunan itu. Dengan begitu, manfaatnya akan lebih besar dan lebih berkelanjutan,” tegasnya.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan di PPU tidak hanya bisa diukur dari megahnya proyek fisik, tetapi dari seberapa besar pembangunan itu mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperbaiki layanan pendidikan, dan memudahkan akses kesehatan.
Untuk itu, Baharuddin mengajak seluruh pihak baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta, maupun masyarakat untuk terus menjaga semangat kolaborasi.
“Tidak ada satu pihak pun yang bisa bekerja sendiri. Kesuksesan pembangunan, baik di Penajam Paser Utara maupun Kalimantan Timur secara keseluruhan, hanya bisa dicapai melalui kerja sama yang erat dan semangat gotong royong,” pungkasnya. (Adv)













