DIGTALPOS.com, Bontang – Pesta Adat Erau Pelas Benua Kota Bontang tahun 2022 resmi digelar di kawasan Rumah Adat Kutai, Kelurahan Guntung, Kecamatan Bontang Utara. Rencananya, acara tahunan ini akan digelar selama 6 hari mulai Senin, 14- 19 November 2022.
Kegiatan yang sempat vakum selama 3 tahun ini secara resmi dibuka oleh Wali Kota Bontang Basri Rase didampingi Wawali Najirah pada Selasa, (15/11/2022).
Sehari sebelumnya tepatnya pada hari Senin (14/11/2022), kegiatan Erau Pelas Benua diisi dengan kegiatan Bepelas dan Tepung Tawar ke empat penjuru Kota Bontang, tujuannya untuk membersihkan Kota Bontang dari hal-hal yang bersifat negatif.
Pada hari pembukaan Erau, kegiatan diawali dengan acara Beluluh yang diikuti oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-XXI, Sultan Aji Muhammad Arifin, Wakil Wali Kota Bontang Najirah, Sekretaris Daerah Aji Erlynawati, Dandim 0908 Bontang Letkol Inf Priyo Handoyo, Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastya, serta Kepala Adat Kutai Kota Bontang Darmawi. Tujuan beluluh sendiri yakni menyucikan dari berbagai unsur kejahatan, baik yang terlihat maupun yang gaib.
Usai kegiatan beluluh, para tamu undangan disuguhkan dengan Tari Kolosal Nusantara yang diikuti puluhan pelajar dari Sanggar Tari Tunas Mekar. Selanjutnya acara dilanjutkan dengan mendirikan Tiang Ayu serta menyalakan Obor Brong, pertanda Erau Pelas Benua Kota Bontang tahun 2022 resmi di gelar.
Tumenggung Mangku Praja (gelar Wali Kota Bontang Basri Rase) mengemukakan, Erau Pelas Benua merupakan salah satu adat istiadat yang harus terus dilestarikan. Tak hanya memberikan rasa gembira di masyarakat, kegiatan lokal ini juga sebagai ungkapan syukur masyarakat kepada tuhan yang maha esa.
Sebab itu, Basri mengimbau masyarakat serta perusahaan untuk terus menjaga kolaborasi serta kerjasama yang sudah terbangun selama ini, agar pesta adat ini bisa terus eksis dan tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Bontang saja, melainkan juga masyarakat Kalimantan Timur.
“Program ini sejalan juga dengan visi misi pemerintah dalam upaya meningkatkan pariwisata di Kota Bontang,” ucapnya.
Sebagai bentuk kesungguhan pemerintah dalam mengembangkan budaya ini, lanjut dia, Pemkot Bontang akan membangun replika Kesultanan Kutai di kawasan Rumah Adat Guntung. Sejauh ini proses pematangan lahan masih terus dilakukan. Kalau tidak ada aral melintang, kata Basri, pembangunan replika Kesultanan Kutai ini akan dilaksanakan pada tahun 2023 mendatang.

Sementara itu, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-XXI, Sultan Aji Muhammad Arifin melalui juru biacara Awang Agus, memberikan apresiasi kepada Lembaga Adat Kutai dan Pemkot Bontang atas terselenggaranya kegiatan ini. Disamping itu, ia juga secara khusus memuji nawaitu pemerintah dalam upaya mewujudkan replika Kesultanan Kutai di Kota Taman (sebutan Bontang). Awang berharap, kegiatan Erau ini bisa terus dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Terimakasih kepada Pemkot Bontang serta perusahaan yang sudah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Erau ini,” ungkapnya.
Disisi lain, Kepala Adat Kutai Kota Bontang Darmawi menuturkan, selama pandemi Covid-19, pelaksanaan Erau Pelas Benua terpaksa ditiadakan mengikuti anjuran pemerintah. Dan baru tahun ini kegiatan Erau kembali digelar secara normal.
Erau Pelas Benua, lanjut dia, merupakan salah satu upaya untuk melestarikan budaya lokal. Hal ini juga selaras dengan program pemerintah dalam pengembangan ragam budaya di Kota Taman.
“Kegiatan Erau ini mengandung makna ungkapan rasa syukur kepada sang pencipta yang telah memberikan kehidupan dan rezeki lewat bumi, dan juga sebagai simbol pembersihan diri dengan harapan kebersihan jiwa beserta penghuninya, baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat,” bebernya.
“Semoga kedepan kegiatan ini dapat dijadikan sebagai upaya pelestarian budaya dan juga sebagai objek bisata budaya di Kota Bontang,” tutup Darwami.
Untuk diketahui, selama pergelaran Erau Pelas Benua Kota Bontang tahun 2022, berbagai kegiatan akan digelar, mulai dari lomba olah raga tradisional hingga pentas tari pada malam harinya. (*)













