DIGITALPOS.com – Sepak bola Inggris kembali menunjukkan dominasinya di panggung Eropa. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, enam klub asal Inggris berhasil menembus babak 16 besar Liga Champions dalam satu musim. Sebuah rekor baru tercipta, sekaligus membuka peluang besar bagi Premier League untuk kembali melahirkan kampiun Eropa.
Dilansir dari BBC, enam wakil Inggris yang melaju ke fase gugur musim ini adalah Arsenal, Chelsea, Tottenham Hotspur, Liverpool, Manchester City, dan Newcastle United. Dari keenam tim tersebut, hanya Newcastle yang harus melalui babak playoff untuk memastikan tiket ke 16 besar. Sisanya melenggang langsung usai tampil konsisten di fase klasemen.
Catatan ini menjadi tonggak sejarah baru di Liga Champions. Belum pernah sebelumnya ada satu negara yang mengirim enam wakil sekaligus ke fase gugur. Format baru kompetisi dengan jumlah peserta yang lebih banyak memang menjadi salah satu faktor pendukung, namun konsistensi dan kualitas klub-klub Inggris tetap menjadi kunci utama keberhasilan tersebut.
Potensi Duel Sesama Inggris
Babak 16 besar nanti berpotensi menghadirkan duel panas antarwakil Inggris. Sesuai bagan (bracket) yang ada, pertandingan antara Chelsea dan Newcastle bisa saja terjadi. Jika itu terwujud, satu tiket perempat final sudah pasti menjadi milik Inggris.
Sementara itu, Arsenal berpeluang menghadapi Atalanta atau Bayer Leverkusen. Manchester City berpotensi ditantang raksasa Eropa Real Madrid atau kuda hitam Bodo/Glimt. Liverpool maupun Tottenham bisa berhadapan dengan Galatasaray atau Atletico Madrid. Selain Newcastle, Chelsea juga memiliki kemungkinan bertemu Paris Saint-Germain, sedangkan Newcastle bisa saja berduel dengan Barcelona.
Arsenal Sempurna, Spurs Kontras
Performa paling impresif di fase klasemen ditunjukkan Arsenal. The Gunners tampil tanpa cela dengan menyapu bersih delapan kemenangan dan finis sebagai pemuncak klasemen. Catatan tersebut menegaskan status mereka sebagai salah satu kandidat kuat juara musim ini.
Manchester City sempat berada dalam tekanan, namun akhirnya mampu mengamankan posisi delapan besar dan lolos langsung ke 16 besar tanpa harus melalui playoff. Pengalaman dan mental juara membuat skuad asuhan Pep Guardiola tetap menjadi ancaman serius bagi siapa pun.
Hal menarik justru datang dari Tottenham Hotspur. Spurs secara mengejutkan finis di peringkat keempat fase klasemen Liga Champions. Ironisnya, di kompetisi domestik mereka justru tengah terseok-seok dan berada di papan bawah klasemen Premier League, bahkan mendekati zona degradasi. Kontras performa ini menjadi tanda tanya besar sekaligus bukti bahwa atmosfer Eropa kerap menghadirkan cerita berbeda.
Misi Mengulang Kejayaan 2023
Terakhir kali trofi Liga Champions dibawa pulang ke Inggris adalah saat Manchester City meraihnya pada 2023. Kini, dengan enam wakil tersisa, peluang untuk mengulang kejayaan tersebut terbuka lebar.
Namun perjalanan masih panjang. Fase gugur selalu menghadirkan drama, kejutan, dan pertarungan taktik tingkat tinggi. Dominasi jumlah belum tentu menjamin gelar juara, tetapi setidaknya Inggris telah mengirim pesan tegas kepada Eropa: Premier League tetap menjadi kekuatan utama di pentas Liga Champions.
Pertanyaannya kini, dari enam wakil tersebut, siapa yang mampu bertahan paling lama dan berdiri sebagai raja Eropa di akhir musim?













