DIGTALPOS.com, Bontang – Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang untuk mewujudkan lingkungan kota yang bersih, hijau, dan berkelanjutan kini mendapat dukungan nyata dari dunia internasional. Melalui kolaborasi strategis bersama Korea International Cooperation Agency (KOICA), Pemerintah Provinsi Jeju (Korea Selatan), dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, Bontang semakin mantap melangkah menuju predikat “Clean and Green City”.
Kunjungan Tim Survei KOICA Indonesia Office bersama perwakilan Provinsi Jeju dan KLHK RI ke Kota Bontang pada awal November ini menjadi momentum penting dalam penguatan program transformasi energi bersih serta pengelolaan sampah berkelanjutan di kota industri tersebut.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyambut antusias kolaborasi ini. Menurutnya, dukungan lembaga internasional dan nasional ini merupakan wujud kepercayaan terhadap keseriusan Bontang dalam menjaga keseimbangan antara kemajuan industri dan pelestarian lingkungan.
“Bontang siap menjadi kota industri hijau yang mandiri. Dukungan dari KOICA dan Pemerintah Jeju akan mempercepat langkah kami dalam membangun sistem pengelolaan lingkungan yang modern dan berkelanjutan,” tegas Neni, Selasa (4/11/2025).
Proyek kerja sama tersebut mencakup beberapa program strategis. Di antaranya, pembangunan 30 Rumah Bersih di empat kecamatan, pembangunan fasilitas biodigester seluas 1,5 hektare di TPA Bontang Lestari, pengembangan pusat daur ulang terpadu (recycling center), serta pelatihan masyarakat tentang pengelolaan sampah berkelanjutan dan konversi energi ramah lingkungan.
Dalam skema kerja sama ini, Pemkot Bontang bertindak sebagai pelaksana utama di lapangan. Sementara KOICA memberikan dukungan pendanaan hibah dan asistensi teknis, KLHK berperan sebagai pelaksana nasional, dan Pemerintah Provinsi Jeju menjadi promotor kerja sama sekaligus penyedia transfer pengetahuan (knowledge sharing) berbasis pengalaman mereka dalam mengembangkan kota hijau di Korea Selatan.
Langkah besar ini menjadi implementasi nyata dari Visi Pembangunan Bontang 2025–2029, yang menekankan pentingnya keseimbangan antara pertumbuhan industri, kualitas lingkungan hidup, dan kesejahteraan masyarakat.
Selama ini, Bontang memang dikenal sebagai kota yang konsisten menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungannya. Deretan prestasi seperti Adipura sebanyak sembilan kali dan Adipura Kencana sebanyak tiga kali menjadi bukti konkret keberhasilan Pemkot dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kota tetap hijau dan bersih.
“Dukungan dari Jeju dan KOICA menambah semangat kami untuk terus berinovasi. Kami tidak hanya ingin Bontang bersih, tapi juga produktif, dengan menjadikan pengolahan sampah sebagai sumber energi baru,” tambah Neni.
Ia menegaskan, kerja sama ini bukanlah akhir dari perjalanan panjang menuju kota hijau, melainkan awal dari gerakan besar menuju Bontang bebas sampah dan mandiri energi.
“Kami ingin Bontang menjadi contoh bagi kota-kota industri lain di Indonesia bahwa kemajuan ekonomi bisa berjalan seiring dengan kepedulian lingkungan,” pungkasnya. (Adv)













