DIGTALPOS.com, Kutai Kartanegara – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Bidang Bina Konstruksi tengah mempersiapkan platform digital sebagai alat pemantauan terhadap tenaga kerja konstruksi yang telah mengikuti pelatihan dan memperoleh sertifikasi pada tahun-tahun sebelumnya.
Langkah ini, dilakukan untuk memastikan bahwa para peserta pelatihan benar-benar terserap ke dunia kerja dan memberikan kontribusi nyata dalam sektor konstruksi di daerah.
Kepala Bidang Bina Konstruksi DPU Kukar, Sofyar Ardani, menjelaskan bahwa pemantauan ini merupakan bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap keberhasilan program pelatihan yang selama ini telah dilaksanakan oleh pihaknya.
“Tahun 2025 ini kami mengadakan pemantauan terhadap tenaga kerja yang sudah disertifikasi sebelumnya. Kami ingin tahu, apakah mereka sudah bekerja atau belum,” ungkapnya pada Selasa (3/6/2025).

Dia menambahkan, sebagai bagian dari strategi pemantauan, pihaknya sedang mengembangkan sebuah platform berbasis aplikasi yang bertujuan menyinkronkan dan memperbaharui data tenaga kerja bersertifikat secara berkala.
“Platform ini kami siapkan untuk menyelaraskan data pelatihan yang sudah kami laksanakan. Bentuknya aplikasi, namun belum bisa kami sampaikan sekarang karena masih tahap finalisasi,” jelasnya.
Menurutnya, platform tersebut dirancang tidak hanya untuk mendukung pelacakan tenaga kerja dalam waktu dekat, tetapi juga diproyeksikan memiliki fungsi jangka panjang untuk memantau perkembangan karier, kebutuhan sertifikasi lanjutan, hingga distribusi tenaga kerja di sektor konstruksi.

“Kami ingin aplikasi ini memberi manfaat jangka panjang, bukan hanya saat ini. Jadi nanti harus kami uji dulu, diuji coba apakah aplikasinya berjalan sesuai harapan,” katanya.
Sofyar menegaskan, peluncuran resmi aplikasi akan dilakukan setelah proses pemantapan dan koordinasi internal selesai, termasuk mendapatkan persetujuan dari Kepala DPU Kukar.
“Rencananya dalam dua atau tiga bulan ke depan bisa kami sampaikan ke publik. Tapi peluncurannya harus dikonsultasikan dan diizinkan oleh Pak Kadis terlebih dahulu,” tutupnya. (Adv)













