DIGTALPOS.com, Bontang – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Samarinda melakukan pengambilan sampel bahan makanan, di Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin), Jumat (19/8/2022).
Kegiatan yang dilakukan BPOM didampingi oleh Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (DKUKMP) serta UPT Pasar Kota Bontang. Pengambilan sampel ini merupakan lanjutan dari program pasar aman dari bahan berbahaya.
Dikatakan Analis Perdagangan DKUKMP Kota Bontang Triyana Maya Ningrum, BPOM melakukan pengambilan sampel di pasar, untuk kemudian diuji parameter bahan berbahaya seperti, boraks, formalin, rhodamin B, dan metanil yellow.
“Sampel yang kita ambil, pangan yang sering ditemukan mengandung empat bahan berbahaya itu. Seperti bakso, tahu, ikan asin, terasi yang berwarna merah, kerupuk dan bumbu masakan yang ada warna merah dan kuning,” jelasnya.
Pengambilan sampel ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan BPOM, dan di tahun 2022, ini merupakan yang kedua kalinya.
“Pengambilan sampel yang pertama dilakukan pada saat bulan Ramadhan kemarin,” terangnya.
Sementara itu, hasilnya belum diketahui pasalnya pengujiannya tidak menggunakan rapid tes kit tapi dilakukan pengujian di laboratorium. Untuk itu, pihaknya terus menghimbau kepada masyarakat untuk terus menggunakan bahan alami ketimbang kimia untuk berbagai kebutuhan masakan, seperti pengawet, pewarna, dan pelembut daging.
“Jadi sampelnya itu di bawah ke lab di samarinda untuk mengetahui apakah mengandung bahan berbahaya atau tidak,” pungkasnya. (adv)













