DIGTALPOS.com, Kutai Kartanegara – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kini mengalihkan prioritas pengerjaan Jembatan Sebulu. Bila sebelumnya fokus tertuju pada bentang tengah jembatan, kini perhatian utama diarahkan ke pengerjaan jalan pendekat di kedua sisi, yakni sisi Dusun Sirbaya dan Desa Sebulu Modern.
Kepala Dinas PU Kukar, Wiyono, menjelaskan bahwa pengerjaan bentang tengah harus ditunda sementara waktu untuk dilakukan kajian ulang yang lebih mendalam. Hal ini dilakukan demi memastikan kekuatan pondasi yang harus menyesuaikan kondisi geoteknis di lapangan, khususnya karakteristik tanah keras di lokasi tersebut.
“Opsinya sekarang, untuk bentang tengah kita pending, dan kita lanjutkan menyelesaikan terhadap perubahan struktur. Jadi kami alihkan fokus ke jalan pendekat,” ujar Wiyono, baru-baru ini.
Menurutnya, pondasi bentang tengah harus benar-benar menyentuh lapisan tanah keras agar menjamin kekuatan struktur jembatan secara keseluruhan. Oleh karena itu, dilakukan rekayasa teknis ulang untuk menyesuaikan dengan kondisi tanah yang ada.
“Dengan memperkuat pondasi, karena pondasi itu harus menyentuh kepada posisi level tanah kerasnya. Jadi kami melakukan rekayasa kembali agar posisinya bisa menyesuaikan kondisi perubahan struktur yang ada,” jelasnya lebih lanjut.
Pengerjaan bentang tengah Jembatan Sebulu direncanakan akan dilanjutkan kembali pada tahun depan setelah seluruh kajian teknis selesai dan disetujui oleh pihak terkait.
“Jadi kita lanjutkan jalan pendekatnya, dan tahun depan kita fokus kembali pada bentang tengahnya,” tambah Wiyono.
Sebagai informasi, Jembatan Sebulu dikategorikan sebagai jembatan khusus yang pembangunannya harus melalui pengawasan dan koordinasi langsung dengan Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ). Segala perubahan teknis, terutama terkait struktur utama, wajib mendapatkan persetujuan dari KKJTJ melalui proses kajian yang ketat, yang hingga kini masih berjalan.
Langkah strategis Dinas PU Kukar ini diambil agar proses pembangunan tetap berjalan meski sebagian pengerjaan ditunda, sekaligus memastikan aspek keselamatan dan ketahanan jembatan tetap menjadi prioritas utama. (Adv)













