DIGITALPOS.com – Raksasa platform desain grafis Canva kembali menunjukkan agresivitasnya dalam memperluas ekosistem teknologi. Terbaru, perusahaan ini resmi mengakuisisi dua startup sekaligus, yakni Simtheory dan Ortto, dalam langkah strategis untuk memperkuat lini kecerdasan buatan (AI) dan teknologi pemasaran mereka.
Meski nilai transaksi tidak diungkapkan, akuisisi ini menjadi sinyal kuat bahwa Canva tengah bertransformasi dari sekadar platform desain menjadi solusi bisnis terpadu berbasis AI. Kedua pendiri Simtheory dan Ortto, Chris dan Mike Sharkey, juga dipastikan akan bergabung dan mengisi posisi penting dalam pengembangan teknologi AI dan marketing di Canva.
Langkah ini melanjutkan rangkaian ekspansi Canva sebelumnya, setelah mengakuisisi sejumlah perusahaan seperti Doohly, MagicBrief, Cavalry, dan MangoAI.
Integrasi AI dan Marketing dalam Satu Platform
Dilansir techinasia.com, akuisisi Simtheory membawa teknologi kolaborasi berbasis AI yang memungkinkan pengguna mengelola berbagai model kecerdasan buatan dari penyedia besar seperti OpenAI, Google, hingga Anthropic dalam satu ruang kerja yang aman dan fleksibel.
Platform ini berfokus pada penggunaan “AI agents” sistem cerdas yang mampu merencanakan, menganalisis, hingga menyelesaikan pekerjaan kompleks secara bertahap. Agen-agen ini dapat terhubung dengan berbagai sistem internal perusahaan maupun perangkat lunak berbasis cloud, sehingga mempercepat proses kerja seperti riset, analisis data, hingga pembuatan konten.
Sementara itu, Ortto menghadirkan kekuatan di sektor pemasaran digital melalui kombinasi customer data platform (CDP) dan marketing automation. Teknologi ini memungkinkan bisnis mengelola data pelanggan secara terintegrasi dan menjalankan kampanye lintas kanal, mulai dari email, pesan teks, hingga notifikasi dalam aplikasi.
Dengan pendekatan berbasis data real-time, Ortto memungkinkan pengiriman pesan yang lebih personal dan tepat sasaran. Bahkan, dalam beberapa kasus, platform ini diklaim mampu meningkatkan jumlah langganan hingga 20 persen melalui otomatisasi perjalanan pelanggan (customer journey).
Tantangan Baru bagi Kompetitor
Masuknya Canva ke ranah marketing software menempatkannya sebagai pesaing langsung platform seperti HubSpot. Jika sebelumnya Canva dikenal sebagai alat desain visual, kini perusahaan tersebut mulai merambah ke pengelolaan hubungan pelanggan dan strategi pemasaran digital.
Kombinasi teknologi dari Simtheory dan Ortto membuka peluang bagi Canva untuk menghadirkan platform bisnis terpadu. Pengguna tidak hanya dapat membuat konten visual, tetapi juga merancang kampanye pemasaran, mengelola data pelanggan, hingga memanfaatkan AI untuk mengerjakan tugas-tugas kompleks secara otomatis.
Meski demikian, belum ada keterangan bahwa sistem ini sepenuhnya dapat menjalankan dan mengoptimalkan kampanye secara mandiri. Namun, kemampuan AI agent dalam membantu riset, penyusunan konten, dan analisis sudah menjadi lompatan besar dalam efisiensi kerja.
Peluang Besar untuk UMKM
Integrasi teknologi ini juga diprediksi akan membawa dampak signifikan bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM). Dengan satu platform, mereka berpotensi mengakses teknologi canggih yang sebelumnya hanya tersedia bagi perusahaan besar.
Jika berhasil diimplementasikan dengan baik, Canva bisa menjadi solusi all-in-one bagi bisnis mulai dari pembuatan desain, pengelolaan kampanye, hingga analisis performa yang semuanya didukung oleh kecerdasan buatan.
Langkah ini sekaligus meningkatkan tekanan bagi penyedia software desain dan marketing lainnya untuk terus berinovasi, di tengah persaingan teknologi yang semakin ketat dan cepat berkembang. (*)













