DIGTALPOS.com, Kutai Timur – Menjelang pergantian tahun, Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat agar tidak merayakan Tahun Baru 2026 secara berlebihan. Imbauan ini bukan tanpa alasan. Serangkaian bencana alam yang melanda sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa bulan terakhir mendorong pemerintah daerah untuk lebih mengedepankan empati dan solidaritas sosial.
“Tidak perlu merayakan secara berlebihan, bahkan bila perlu tidak usah dirayakan. Kita harus menghargai kondisi saudara-saudara kita di daerah lain yang sedang tertimpa musibah,” ujar Bupati Ardiansyah di hadapan awak media usai memimpin rapat koordinasi persiapan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Jumat (5/12/2025).
Menurutnya, suasana pergantian tahun sebaiknya dijalani secara sederhana, penuh keprihatinan, dan menjadi momentum refleksi bersama. Ardiansyah menekankan bahwa kesadaran sosial masyarakat sangat diperlukan, terutama ketika beberapa provinsi di Indonesia masih berjuang memulihkan daerahnya pasca banjir, tanah longsor, hingga gempa bumi.
Dalam rapat koordinasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur juga membahas sejumlah hal strategis menjelang Nataru. Fokus pembahasan meliputi ketersediaan stok kebutuhan pokok, kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di musim hujan, kesiapan infrastruktur pendukung, hingga rekayasa arus lalu lintas di titik-titik rawan kemacetan.

Pemkab Kutim memperkuat koordinasi lintas sektor untuk memastikan keamanan, kenyamanan, serta stabilitas pasokan logistik bagi masyarakat selama periode libur panjang. Upaya mitigasi terpadu juga menjadi prioritas, mengingat cuaca ekstrem diprediksi masih terjadi hingga awal tahun.
Ardiansyah menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis untuk mempertahankan status siaga hingga Januari 2026. Ia meminta setiap OPD turun langsung ke lapangan guna memastikan seluruh rencana pengamanan, distribusi logistik, dan kesiapan infrastruktur berjalan tanpa kendala.
“Semua harus turun ke lapangan. Pastikan kesiapan betul-betul berjalan. Jangan hanya menunggu laporan di meja,” tegasnya.
Dengan imbauan ini, Pemkab Kutim berharap masyarakat dapat menjalani pergantian tahun dengan penuh kesadaran, saling peduli, serta menahan diri dari kegiatan yang dapat menimbulkan keramaian berlebihan. Tahun baru diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas antarwarga dan mendukung pemulihan daerah-daerah terdampak bencana. (adv)













