Bontang Dikepung Kabut Asap, Sekolah Diperbolehkan Terapkan Belajar dari Rumah

Bontang Dikepung Kabut Asap, Sekolah Diperbolehkan Terapkan Belajar dari Rumah
Pantauan salah satu wilayah di Kota Bontang yang diselimuti kabut asap. (foto: Istimewa)

DIGTALPOS.com, Bontang – Memburuknya kualitas udara di Kota Bontang akibat kabut asap membuat pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan, terutama untuk melindungi kelompok masyarakat yang lebih rentan terhadap paparan polusi udara.

Salah satu langkah yang mulai diterapkan adalah memberikan ruang bagi satuan pendidikan untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau kegiatan belajar dari rumah. Kebijakan tersebut berlaku mulai Kamis (17/9/2026), menyusul kondisi udara yang dinilai perlu mendapat perhatian lebih.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang, Saparuddin, mengatakan sekolah diperbolehkan menerapkan pembelajaran dari rumah sembari pemerintah melakukan pemantauan terhadap perkembangan kualitas udara.

“Iya, mulai hari ini boleh terapkan belajar di rumah. Sambil kami koordinasikan surat keputusan resminya,” ujar Saparuddin saat dikonfirmasi, Kamis (17/9/2026).

Menurutnya, kebijakan tersebut untuk sementara diberlakukan hingga Sabtu. Mekanisme pelaksanaan pembelajaran diserahkan kepada masing-masing satuan pendidikan dengan tetap mempertimbangkan kondisi peserta didik dan situasi udara di wilayah sekolah.

Saparuddin juga menyebutkan, siswa PAUD, TK, SD hingga SMP yang sudah terlanjur datang ke sekolah pada Kamis pagi dapat dipulangkan lebih cepat.

“Untuk siswa PAUD, TK, SD dan SMP yang hari ini terlanjur sekolah untuk dipulangkan cepat,” katanya.

Kondisi ini menjadi perhatian karena Bontang sempat diselimuti kabut asap tipis yang diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan. Sejumlah warga mulai merasakan dampaknya, seperti mata perih hingga keluhan sesak ringan.

Berdasarkan data kualitas udara pada Kamis pagi sekitar pukul 08.00 WITA, indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) berada di angka 88. Polutan utama yang terpantau adalah PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 29,3 µg/m³.

Angka tersebut masih berada dalam kategori sedang. Meski belum menunjukkan kondisi darurat, paparan partikulat tetap perlu diwaspadai, terutama oleh anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.

Prakiraan kualitas udara per jam menunjukkan kondisi kategori sedang masih bertahan sepanjang hari. AQI diperkirakan berada di angka 87 sekitar pukul 10.00 hingga 11.00 WITA, kemudian berangsur turun menjadi 80 pada pukul 15.00 dan 70 sekitar pukul 18.00 WITA.

Memasuki malam hari, kualitas udara diperkirakan kembali membaik. AQI diproyeksikan berada di angka 62 pada pukul 20.00 dan 21.00 WITA, serta tetap di kisaran 62 pada tengah malam.

Sementara kondisi cuaca Bontang pada pagi hari berada di sekitar 27 derajat Celsius. Kecepatan angin tercatat sekitar 21 kilometer per jam dengan kelembapan udara mencapai 76 persen.

Masyarakat diimbau tetap memperhatikan kondisi udara dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kabut asap kembali menebal atau konsentrasi partikulat meningkat.

Bagi warga yang harus beraktivitas di luar rumah, penggunaan masker dapat menjadi salah satu langkah untuk mengurangi paparan partikulat. Aktivitas fisik berat di luar ruangan juga sebaiknya dikurangi ketika kualitas udara mengalami penurunan.

Perhatian lebih perlu diberikan kepada anak-anak dan kelompok rentan lainnya. Jika muncul gejala seperti batuk, sesak napas, tenggorokan terasa teriritasi, atau mata perih, masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan dan mencari tempat dengan kualitas udara yang lebih baik.

Sebelumnya, berdasarkan hasil koordinasi pemerintah daerah, hingga Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 16.00 WITA, indeks standar pencemaran udara (ISPU) Kota Bontang masih berada di angka 75 atau kategori sedang.

Dengan kondisi tersebut, aktivitas sekolah saat itu masih berjalan normal karena belum terdapat rekomendasi untuk meliburkan peserta didik.

Namun, perkembangan kualitas udara pada Kamis pagi membuat kewaspadaan kembali ditingkatkan. Pemerintah kini mengambil langkah antisipatif dengan memberikan opsi pembelajaran dari rumah sebagai upaya mengurangi paparan polusi udara terhadap pelajar. (*)