BGN Tutup Sementara 1.999 Dapur MBG, Belum Daftar Sertifikat Higiene

BGN Tutup Sementara 1.999 Dapur MBG, Belum Daftar Sertifikat Higiene
Ilustrasi. (ist)

DIGTALPOS.com – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dalam memperketat pengawasan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebanyak 1.999 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah resmi ditutup sementara karena belum melakukan pendaftaran Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, kepatuhan terhadap standar higiene dan sanitasi merupakan persyaratan wajib bagi setiap dapur yang menjalankan program MBG. Karena itu, dapur yang belum memenuhi ketentuan tersebut tidak diperbolehkan melanjutkan operasional sebelum dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Sebagaimana publik ketahui, syarat SLHS, sertifikasi laik higiene, dan sanitasi menjadi satu syarat mutlak dalam penyelenggaraan dapur yang menyelenggarakan Makan Bergizi Gratis,” ujar Sudaryono, yang akrab disapa Mas Dar, dikutip dari laman resmi BGN, Selasa (8/9/2026).

Ia menjelaskan, keputusan tersebut diambil setelah BGN melakukan penyisiran dan verifikasi terhadap puluhan ribu dapur SPPG yang menjadi bagian dari pelaksanaan program MBG.

Dari data awal sebanyak 27.485 dapur, hasil penyisiran sementara menetapkan sebanyak 27.022 dapur SPPG. Dalam proses verifikasi tersebut, BGN kemudian menemukan ribuan dapur yang belum melakukan pendaftaran SLHS di dinas kesehatan wilayah masing-masing.

Berdasarkan pembaruan data hasil koordinasi BGN dengan Kementerian Kesehatan per 7 September 2026 pukul 17.00 WIB, tercatat sebanyak 1.999 dapur SPPG belum mendaftarkan SLHS.

Sudaryono menegaskan, persoalan tersebut bukan karena dapur telah mendaftar tetapi belum memenuhi persyaratan. Sebaliknya, ribuan dapur tersebut diketahui belum melakukan pendaftaran sama sekali.

“Dapur-dapur sebanyak 1.999 ini tidak melakukan pendaftaran SLHS di Dinas Kesehatan masing-masing. Artinya, bukan mendaftar lalu syaratnya tidak dipenuhi, melainkan tidak melakukan pendaftaran sama sekali,” tegasnya.

Adapun sebaran 1.999 dapur SPPG yang ditutup sementara terdiri dari:

Wilayah 1: 351 dapur SPPG
Wilayah 2: 1.417 dapur SPPG
Wilayah 3: 231 dapur SPPG

Sudaryono menyatakan penutupan tersebut bersifat sementara. Selanjutnya, BGN akan melakukan investigasi dan pemeriksaan terhadap dapur-dapur yang belum memenuhi kewajiban administrasi dan standar higiene sanitasi tersebut.

“Pada hari ini saya nyatakan 1.999 dapur SPPG ini saya tutup untuk kemudian kami lakukan investigasi,” pungkasnya.

BGN menegaskan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan program MBG tidak hanya menjangkau semakin banyak penerima manfaat, tetapi juga memenuhi standar keamanan pangan dan kualitas gizi.

Penutupan sementara dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian agar makanan yang diberikan kepada masyarakat, khususnya anak-anak sebagai penerima manfaat utama, diproses melalui dapur yang memenuhi standar kebersihan, kesehatan, dan sanitasi.

Dengan langkah tersebut, BGN berharap seluruh pengelola SPPG segera memenuhi ketentuan yang berlaku sehingga pelaksanaan program MBG dapat kembali berjalan dengan standar keamanan dan kualitas yang telah ditetapkan. (*)