Kualitas Udara di Bontang Hari Ini Masih Tidak Sehat, ISPU Tembus 145

Kualitas Udara di Bontang Hari Ini Masih Tidak Sehat, ISPU Tembus 145
Kabut asap terlihat menyelimuti salah satu wilayah di Kota Bontang. (Foto: Istimewa)

DIGTALPOS.com – Warga Kota Bontang, Kalimantan Timur, diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi udara pada Jumat (18/9/2026) pagi. Berdasarkan hasil pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), kualitas udara di wilayah tersebut berada dalam kategori Tidak Sehat.

Data stasiun pemantauan ISPU Kota Bontang Tanjung Laut mencatat nilai indeks mencapai 145 pada pukul 09.00 WITA. Stasiun tersebut berada di kawasan Taman Tanjung Laut, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Tanjung Laut, Kecamatan Bontang Selatan.

Partikel PM2.5 menjadi pencemar yang paling dominan memengaruhi kualitas udara. Konsentrasi partikulat berukuran sangat kecil tersebut tercatat berada pada indeks 145. Sementara itu, parameter PM10 berada pada indeks 81.

Sejumlah parameter pencemar lainnya masih berada pada level yang relatif lebih rendah. Sulfur dioksida (SO₂) tercatat pada angka 5, karbon monoksida (CO) sebesar 2, ozon (O₃) sebesar 23, nitrogen dioksida (NO₂) sebesar 13, serta hidrokarbon (HC) sebesar 3.

Masuknya kualitas udara ke kategori Tidak Sehat menjadi perhatian, terutama karena paparan partikulat seperti PM2.5 dapat berdampak terhadap kesehatan apabila terhirup dalam konsentrasi tinggi. Kelompok masyarakat yang lebih sensitif terhadap pencemaran udara perlu mendapat perhatian lebih.

Kondisi ini terjadi di tengah kabut asap yang dalam beberapa hari terakhir menyelimuti sejumlah wilayah Kota Bontang. Kabut asap tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas kebakaran hutan yang terjadi di Kalimantan.

Sebagai langkah antisipasi untuk mengurangi risiko paparan asap terhadap peserta didik, pemerintah juga memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Kebijakan tersebut menjadi salah satu upaya untuk meminimalkan aktivitas anak-anak di luar ruangan ketika kondisi udara belum membaik.

Masyarakat, khususnya anak-anak, lansia, serta mereka yang memiliki sensitivitas terhadap pencemaran udara, disarankan mempertimbangkan kondisi kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar rumah. Penggunaan masker dan pengurangan aktivitas di ruang terbuka dapat menjadi langkah kehati-hatian ketika konsentrasi partikulat meningkat.

Pemantauan ISPU secara berkala juga penting dilakukan karena kualitas udara dapat berubah dalam waktu singkat. Kondisi atmosfer, arah angin, aktivitas pembakaran, serta sumber-sumber pencemar lainnya dapat memengaruhi konsentrasi polutan di udara.

Data tersebut merupakan hasil pemantauan pada Jumat, 18 September 2026 pukul 09.00 WITA. Nilai ISPU dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika atmosfer dan perubahan konsentrasi pencemar di wilayah Kota Bontang.

Masyarakat diimbau tetap mengikuti informasi resmi mengenai kualitas udara dan kondisi kabut asap sebelum menentukan aktivitas di luar ruangan. (*)