DIGTALPOS.com – Operasi pencarian terhadap delapan warga yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda memasuki hari ketujuh. Tim SAR gabungan terus memperluas wilayah penyisiran dengan mengerahkan 18 kapal dan satu unit helikopter Basarnas.
Delapan orang yang masih dalam pencarian tersebut terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru kapal. Mereka sebelumnya dilaporkan hilang kontak setelah berangkat menggunakan kapal cepat menuju kawasan Gunung Anak Krakatau, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Kepala Sub-Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Banten, Rizky Dwianto, mengatakan area pencarian pada hari ketujuh diperluas hingga 6.649 Nautical Mile (NM) persegi. Tim SAR juga memberikan perhatian khusus terhadap sejumlah sektor yang sebelumnya ditemukan objek atau tanda-tanda yang dinilai perlu ditindaklanjuti.
“Pada operasi hari ketujuh, tim SAR mengoptimalkan 18 kapal dan satu helikopter untuk menyisir wilayah pencarian yang diperluas hingga 6.649 Nautical Mile (NM) persegi,” kata Rizky di Pandeglang, Senin (14/9).
Menurutnya, Sektor X menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian lebih. Pasalnya, selama pencarian sejak hari ketiga hingga hari keenam operasi, tim menemukan sejumlah objek yang kemudian menjadi dasar untuk melakukan penyisiran ulang secara lebih terfokus.
“Di Sektor X terdapat beberapa temuan dari hari ketiga sampai keenam, sehingga akan dilakukan penyisiran ulang secara lebih fokus. Karena itu alut (alat utama) diperbanyak di wilayah tersebut,” ujarnya.
Sektor X memiliki luas wilayah pencarian sekitar 831 NM persegi. Sejumlah kapal yang dikerahkan di kawasan tersebut antara lain KN SAR Tetuka, RIB 02 Banten, KRI Leuser, RBB Pulau Peucang, KP 2016, KP 2013, KP 1003, KP 1012, KP 1010, KP 1007, serta KP URC-Rhan.
Sementara itu, pencarian juga dibagi ke sejumlah sektor lainnya. Sektor Z dengan luas 512 NM persegi dilakukan menggunakan KN SAR Basudewa. Kemudian Sektor V seluas 1.182 NM persegi menjadi wilayah pencarian KRI Teluk Gilimanuk.
Selanjutnya, Sektor W dengan luas 1.167 NM persegi melibatkan KRI Lepu, KAL Anyer, dan KN SAR Antasena. Sektor U seluas 481 NM persegi dilakukan oleh KP Sanjaya, sedangkan Sektor Y dengan luas 413 NM persegi disisir menggunakan RIB 02 SAR Lampung.
Untuk pencarian dari udara, tim menyiapkan helikopter Dolphin HR-3604 milik Basarnas untuk menyisir Sektor H yang memiliki luas sekitar 2.063 NM persegi.
“Luas area pencarian di arus permukaan air hari ini mencapai 4.586 NM persegi, sedangkan area pencarian melalui udara seluas 2.063 NM persegi,” jelas Rizky.
Selain pencarian di laut dan udara, Tim SAR gabungan juga mengantisipasi kemungkinan keberadaan korban di wilayah pesisir. Penyisiran darat dilakukan di sepanjang garis pantai mulai dari Pantai Carita hingga Pantai Anyer.
Pencarian di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau juga tetap dilakukan, termasuk di sejumlah pulau seperti Pulau Sertung, Pulau Rakata Besar, dan Pulau Panjang.
Langkah tersebut dilakukan untuk memperbesar peluang menemukan delapan warga yang hingga kini belum diketahui keberadaannya. Tim SAR juga terus mengevaluasi hasil pencarian setiap hari untuk menentukan wilayah yang perlu mendapat perhatian lebih.
Dari sisi kondisi cuaca, Rizky mengatakan berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi perairan pada Minggu (14/9) relatif berawan. Kecepatan angin berada di kisaran 5-20 knot dari arah tenggara.
Sementara itu, tinggi gelombang diperkirakan berkisar antara 0,5 hingga 2,5 meter dengan pergerakan gelombang dari atau menuju arah timur laut. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang turut diperhitungkan dalam pelaksanaan operasi SAR.
Tim juga memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau. Berdasarkan informasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), gunung tersebut masih berstatus Level III atau Siaga. Hingga saat ini belum terdapat tanda-tanda erupsi kembali.
Sebelumnya, delapan orang tersebut berangkat menggunakan kapal cepat dari Dermaga Pegedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka diketahui menuju kawasan Gunung Anak Krakatau sebelum akhirnya dilaporkan hilang kontak.
Lima orang di antaranya merupakan jurnalis, yakni M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu, serta Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas.
Sementara tiga orang lainnya merupakan kru kapal, yakni Warta selaku nakhoda, Surakman sebagai Anak Buah Kapal (ABK), dan Heriyanto yang berperan sebagai pemandu.
Hingga memasuki hari ketujuh, tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia. Harapannya, penyisiran dari berbagai jalur tersebut dapat segera menemukan keberadaan delapan orang yang masih dinyatakan hilang. (*)













