DIGITALPOS.com – Liverpool akhirnya mengumumkan sosok yang akan memimpin tim pada musim depan. Klub raksasa Liga Inggris itu resmi menunjuk Andoni Iraola sebagai pelatih kepala baru menggantikan Arne Slot, yang diberhentikan setelah kegagalan The Reds mempertahankan performa terbaiknya pada musim 2025/2026.
Pengumuman resmi tersebut disampaikan Liverpool pada Jumat (5/6/2026), sekaligus mengakhiri spekulasi panjang mengenai siapa figur yang akan mengisi kursi panas di ruang ganti Anfield. Iraola datang dengan reputasi yang terus menanjak setelah sukses membangun Bournemouth menjadi salah satu tim paling kompetitif di Premier League.
Pelatih asal Spanyol berusia 43 tahun itu menandatangani kontrak berdurasi dua tahun bersama Liverpool. Penunjukannya menjadi bagian dari upaya klub untuk memulai babak baru setelah musim yang jauh dari harapan.
Dari Bournemouth ke Anfield
Nama Andoni Iraola memang mencuri perhatian dalam beberapa musim terakhir. Bersama Bournemouth, ia berhasil menghadirkan permainan agresif dan atraktif yang membuat klub berjuluk The Cherries mampu bersaing dengan tim-tim papan atas Liga Inggris.
Pada musim 2025/2026, Iraola sukses mengantar Bournemouth finis di posisi keenam klasemen akhir Premier League, sebuah pencapaian yang dianggap luar biasa mengingat keterbatasan sumber daya yang dimiliki klub tersebut dibandingkan para pesaingnya.
Sebelum menangani Bournemouth, Iraola juga dikenal melalui kiprahnya bersama sejumlah klub seperti Rayo Vallecano, Mirandes, hingga AEK Larnaca. Gaya permainan menyerang, tekanan tinggi, serta keberaniannya memberi kesempatan kepada pemain muda menjadi ciri khas yang membuat namanya masuk radar sejumlah klub besar Eropa.
Liverpool pun bergerak cepat begitu memutuskan berpisah dengan Arne Slot. Direktur olahraga klub, Richard Hughes, disebut menjadikan Iraola sebagai target utama sejak awal proses pencarian pelatih baru.
Laporan media Inggris menyebutkan bahwa Liverpool bahkan tidak melakukan pendekatan serius kepada kandidat lain. Iraola dianggap sebagai sosok yang paling sesuai dengan proyek jangka panjang klub.
Mengakhiri Era Arne Slot
Kedatangan Iraola sekaligus menandai berakhirnya era Arne Slot di Anfield. Meski sempat memberikan trofi Liga Inggris pada musim pertamanya, performa Liverpool mengalami penurunan drastis sepanjang musim 2025/2026.
Sebagai juara bertahan, Liverpool justru gagal bersaing dalam perebutan gelar. Mereka menutup musim tanpa satu pun trofi dan hanya mampu finis di posisi kelima klasemen Premier League.
Hasil tersebut dianggap jauh di bawah ekspektasi manajemen maupun pendukung. Akhirnya, klub memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan Slot dan mencari sosok baru yang mampu membawa Liverpool kembali ke jalur juara.
Kini tugas besar berada di pundak Iraola. Ia dituntut bukan hanya memperbaiki performa tim, tetapi juga mengembalikan mental juara yang sempat menjadi identitas Liverpool dalam beberapa tahun terakhir.
Sulit Menolak Tawaran Liverpool
Dalam wawancara perdananya sebagai pelatih Liverpool, Iraola mengaku tak membutuhkan waktu lama untuk menerima tawaran dari klub Merseyside tersebut.
Baginya, Liverpool memiliki daya tarik yang sulit ditandingi klub lain, baik dari sisi sejarah, kualitas pemain, hingga dukungan luar biasa dari para suporter.
“Anda tidak membutuhkan banyak hal untuk tertarik pada Liverpool. Liverpool adalah Liverpool,” ujar Iraola.
Ia menegaskan bahwa kesempatan melatih salah satu klub terbesar di dunia merupakan tantangan yang sangat istimewa dalam karier kepelatihannya.
“Jelas atmosfernya, para suporter, klubnya, para pemainnya, kesempatan bagi saya untuk melatih pemain-pemain top, kesempatan untuk berjuang memperebutkan gelar. Saya pikir tidak ada yang lebih menarik dari ini. Sulit untuk menemukannya. Jadi, saya sangat bersemangat untuk memulai,” katanya.
Pernyataan tersebut menunjukkan besarnya antusiasme Iraola dalam menyambut petualangan baru di Anfield.
Harapan Baru bagi Liverpool
Penunjukan Iraola disambut optimistis oleh banyak kalangan. Filosofi permainan menyerang yang ia usung dinilai cocok dengan karakter Liverpool yang selama bertahun-tahun dikenal bermain agresif dan menghibur.
Selain itu, kemampuannya mengembangkan pemain muda menjadi nilai tambah yang penting. Liverpool saat ini memiliki sejumlah talenta potensial yang diyakini dapat berkembang lebih jauh di bawah arahannya.
Meski demikian, tantangan yang menanti Iraola tidaklah ringan. Ia harus menghadapi ekspektasi tinggi dari manajemen dan jutaan pendukung Liverpool di seluruh dunia yang menginginkan tim kembali bersaing dalam perebutan gelar Liga Inggris maupun kompetisi Eropa.
Dengan pengalaman yang dimilikinya serta keberhasilan membangun Bournemouth menjadi tim yang disegani, Iraola diyakini memiliki modal kuat untuk membawa perubahan.
Kini, seluruh mata tertuju ke Anfield. Mampukah Andoni Iraola mengembalikan kejayaan Liverpool dan mengangkat The Reds kembali ke puncak sepak bola Inggris? Musim 2026/2027 akan menjadi awal pembuktian bagi pelatih asal Spanyol tersebut. (*)













