DIGTALPOS.com, Bontang – Semarak Festival Kuliner Bawis yang digelar di Kelurahan Berbas Pantai, Kota Bontang, mendapat apresiasi dari Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam. Ia menilai kegiatan tersebut bukan hanya sekadar ajang hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis potensi pesisir.
Festival yang memadukan lomba masakan tradisional, hiburan rakyat, hingga pertunjukan budaya itu berhasil menarik perhatian ratusan warga yang memadati lokasi kegiatan sejak pagi hari. Berbagai olahan berbahan dasar ikan bawis ditampilkan peserta dengan kreasi yang unik dan menggugah selera.
Mulai dari bawis kuah merecon, rica-rica bawis, garang asem, bawis crispy sambal matah, hingga kroket ikan bawis menjadi sajian favorit pengunjung. Kreativitas para peserta dalam mengolah hasil laut lokal dinilai menjadi bukti bahwa masyarakat pesisir memiliki potensi besar untuk mengembangkan usaha kuliner yang bernilai ekonomi tinggi.
Menurut Andi Faiz, festival seperti ini memiliki dampak yang jauh lebih luas dibanding sekadar perlombaan memasak. Ia melihat adanya peluang usaha baru yang dapat tumbuh dari tangan-tangan kreatif masyarakat, khususnya pelaku UMKM di wilayah pesisir.
“Festival seperti ini bukan sekadar hiburan tahunan. Saya melihat ada peluang ekonomi yang bisa tumbuh dari kreativitas masyarakat pesisir, terutama pelaku UMKM kuliner,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (9/5/2026).

Ia menegaskan, DPRD Bontang mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat yang memanfaatkan potensi lokal sebagai kekuatan utama. Menurutnya, hasil laut yang melimpah di Kota Bontang memiliki nilai jual tinggi apabila dikembangkan melalui inovasi produk dan promosi yang tepat.
Andi Faiz juga menilai kuliner khas pesisir dapat menjadi identitas daerah yang mampu memperkuat sektor pariwisata lokal. Dengan pengemasan yang menarik dan dukungan promosi berkelanjutan, produk-produk olahan laut khas Bontang diyakini mampu bersaing dan dikenal lebih luas.
“Kuliner lokal punya potensi besar menjadi ciri khas daerah. Tinggal bagaimana pemerintah dan masyarakat bersama-sama mengembangkan kualitas produk serta memperluas promosinya,” katanya.
Selain itu, ia menyebut festival semacam ini mampu menumbuhkan semangat masyarakat untuk terus berinovasi dalam mengembangkan usaha rumahan. Keberadaan festival juga menjadi ruang promosi yang efektif bagi pelaku usaha kecil agar produk mereka lebih dikenal masyarakat.
Tak hanya menghadirkan lomba kreasi masakan, festival tersebut juga diramaikan berbagai hiburan rakyat yang menambah antusiasme warga. Balap ketinting yang diikuti puluhan peserta menjadi salah satu agenda yang paling menarik perhatian pengunjung.
Suasana semakin meriah dengan adanya lomba karaoke, kuis interaktif, serta penampilan Tari Paduka dari Sanggar Tari Nuansa Gayatri yang sukses menghibur masyarakat.
Kegiatan itu turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, tokoh masyarakat, serta perwakilan berbagai elemen warga. Kehadiran para tamu undangan semakin menambah semarak festival yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan.
Andi Faiz berharap festival berbasis budaya pesisir seperti ini dapat terus dikembangkan dengan konsep yang lebih besar dan lebih menarik setiap tahunnya. Ia optimistis kegiatan tersebut tidak hanya mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan, tetapi juga berpotensi menjadi agenda wisata tahunan Kota Bontang.
Menurutnya, dukungan terhadap sektor ekonomi kreatif harus terus diperkuat karena memiliki dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan masyarakat. Ia pun mendorong agar produk kuliner khas pesisir dapat lebih sering dipromosikan dalam berbagai agenda daerah maupun event tingkat regional.
“Kalau dikelola serius, festival budaya dan kuliner pesisir seperti ini bisa menjadi daya tarik wisata sekaligus membuka lapangan usaha baru bagi masyarakat,” pungkasnya. (Adv)













