DIGTALPOS.com, Samarinda – Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Sugiyono, menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), agar setiap program yang dijalankan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, masih banyak program yang tak tepat sasaran akibat lemahnya kontrol dan minimnya keterlibatan publik.
“Legislatif tidak cukup hanya menyetujui anggaran. Kami juga punya tanggung jawab moral untuk mengawal agar setiap rupiah digunakan dengan tepat dan berdampak langsung bagi rakyat,” ujar Sugiyono, Jumat (9/5/2025).
Ia menegaskan, APBD bukan sekadar dokumen birokrasi, melainkan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan secara transparan.
“Anggaran itu berasal dari keringat masyarakat. Jadi, penggunaannya harus jujur, adil, dan bisa dirasakan manfaatnya,” tegasnya.
Sugiyono juga menyampaikan kekhawatirannya soal masih adanya praktik penyalahgunaan anggaran di lapangan. Untuk itu, ia mendorong evaluasi yang ketat dan audit berlapis agar celah penyimpangan bisa ditutup rapat.
Tak hanya itu, ia juga mengajak masyarakat turut terlibat aktif dalam mengawasi pelaksanaan program.
“Partisipasi warga sangat penting. Ketika masyarakat ikut memantau, ruang gerak oknum untuk menyalahgunakan dana publik akan makin sempit,” ucapnya.
Ia menambahkan, membangun sistem anggaran yang transparan dan efisien bukan hanya soal administratif, melainkan pondasi utama untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.
“Kepercayaan rakyat itu tidak datang dari janji atau angka-angka besar di atas kertas. Tapi dari hasil nyata yang mereka rasakan. Itulah yang jadi komitmen kami di DPRD,” pungkasnya. (Adv)













