PIMA 2026 Dibuka, Pupuk Indonesia Ajak Jurnalis Angkat Cerita Transformasi Menuju Swasembada Pangan

PIMA 2026 Dibuka, Pupuk Indonesia Ajak Jurnalis Angkat Cerita Transformasi Menuju Swasembada Pangan

DIGTALPOS.com – PT Pupuk Indonesia (Persero) kembali menggelar kompetisi jurnalistik Pupuk Indonesia Media Awards (PIMA) 2026. Tahun ini, kompetisi tersebut mengangkat tema “Transformasi untuk Swasembada Pangan Negeri”, sebagai ruang bagi insan pers untuk mengangkat berbagai perubahan di industri pupuk yang berkaitan langsung dengan penguatan sektor pertanian nasional.

Kompetisi yang mulai dibuka pada 1 Oktober 2026 ini tidak hanya menyoroti proses produksi pupuk, tetapi juga berbagai transformasi yang berlangsung dari hulu hingga hilir. Mulai dari distribusi dan pelayanan kepada petani, penguatan industri, efisiensi rantai pasok, hingga pengembangan bisnis hijau dan hilirisasi menjadi bagian yang dapat dieksplorasi oleh para jurnalis.

Melalui PIMA 2026, Pupuk Indonesia mendorong jurnalis nasional maupun daerah untuk menghadirkan cerita yang lebih dekat dengan masyarakat. Pengalaman petani, perubahan sistem pelayanan, inovasi perusahaan, hingga dampak transformasi industri terhadap ekosistem pertanian dapat menjadi perspektif dalam karya jurnalistik yang diikutsertakan.

Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia, Yehezkiel Adiperwira, mengatakan transformasi yang dilakukan perusahaan mencakup berbagai aspek, termasuk tata kelola, distribusi pupuk, layanan, hingga pendampingan kepada petani.

“Transformasi di Pupuk Indonesia berlangsung dari hulu hingga hilir, mulai dari penguatan industri dan tata kelola, penyederhanaan penyaluran pupuk, hingga pengembangan layanan dan pendampingan bagi petani. Kami mengajak insan pers menggali cerita dari berbagai sisi agar masyarakat dapat melihat bagaimana transformasi tersebut mendukung upaya mewujudkan swasembada pangan,” ujar Yehezkiel.

Dalam pelaksanaannya, PIMA 2026 memiliki tiga subtema utama yang dapat menjadi pijakan jurnalis dalam menentukan sudut pandang pemberitaan.

Subtema pertama adalah “Transformasi Layanan: Ketika Pupuk Lebih Cepat Sampai ke Petani”. Fokus ini memberikan kesempatan kepada jurnalis untuk mengulas perubahan tata kelola dan digitalisasi distribusi pupuk, inovasi pelayanan, serta berbagai bentuk pendampingan kepada petani. Pengalaman petani dalam memperoleh pupuk maupun layanan pendukung juga dapat menjadi bagian penting dari cerita.

Subtema kedua, “Transformasi Bisnis: Menata Industri Pupuk untuk Memberi Nilai Tambah”, menyoroti langkah Pupuk Indonesia dalam memperkuat industri melalui efisiensi, revitalisasi, inovasi, penguatan rantai pasok, serta penerapan prinsip keberlanjutan. Berbagai perubahan tersebut diarahkan untuk meningkatkan daya saing industri pupuk sekaligus mendukung kebutuhan sektor pertanian.

Sementara subtema ketiga adalah “Transformasi Hijau: Membangun Masa Depan Lewat Hilirisasi”. Subtema ini membuka ruang bagi karya jurnalistik yang mengangkat pengembangan hilirisasi, diversifikasi usaha, industri hijau, serta berbagai langkah Pupuk Indonesia Group dalam menciptakan nilai tambah dan mendukung target dekarbonisasi.

PIMA 2026 terbuka bagi jurnalis melalui lima kategori, yakni Teks Hardnews, Teks Feature, Foto Cerita, Televisi, dan Radio. Untuk kategori Radio, karya yang dapat diikutsertakan meliputi hardnews, feature, maupun talkshow.

Materi jurnalistik yang dilombakan dapat mengangkat aktivitas Pupuk Indonesia maupun anak perusahaan di berbagai wilayah operasional. Karya juga harus mengacu pada salah satu dari tiga subtema yang telah ditentukan.

Untuk menjaga kualitas penilaian, karya peserta akan dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari wartawan senior yang menjabat sebagai pemimpin redaksi serta fotografer senior atau kepala redaksi foto dari media massa nasional.

Pupuk Indonesia juga menyiapkan total hadiah sebesar Rp262,5 juta untuk lima kategori lomba. Pada masing-masing kategori akan dipilih enam pemenang, terdiri atas Juara I dengan hadiah Rp20 juta, Juara II Rp10 juta, Juara III Rp7,5 juta, serta tiga Juara Harapan yang masing-masing memperoleh Rp5 juta.

Karya jurnalistik yang diikutsertakan dalam PIMA 2026 harus telah dipublikasikan dalam periode 1 Oktober hingga 31 Desember 2026.

Informasi lebih lanjut mengenai persyaratan, mekanisme pendaftaran, dan ketentuan lomba dapat diperoleh melalui WhatsApp 081396428707 (Vania) dan 0882001855751 (Putri). Peserta juga dapat menghubungi panitia melalui email mediaaward@pupuk-indonesia.com.

Melalui ajang ini, Pupuk Indonesia berharap insan pers dapat ikut memperluas informasi mengenai transformasi industri pupuk sekaligus menghadirkan perspektif yang memperlihatkan keterkaitan antara industri, petani, dan upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. (*)