DIGTALPOS.com – Peringatan Nuzulul Quran, momen turunnya wahyu pertama Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW, kembali menjadi salah satu peristiwa spiritual paling penting bagi umat Islam di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Malam penuh makna ini tidak hanya diperingati sebagai peristiwa sejarah, tetapi juga menjadi waktu bagi umat Muslim untuk memperkuat keimanan, memperdalam pemahaman terhadap Al-Quran, serta memperbaiki hubungan spiritual dengan Allah SWT.
Pada tahun 2026, peringatan Nuzulul Quran diperkirakan jatuh pada Sabtu, 7 Maret 2026, berdasarkan keputusan resmi pemerintah Republik Indonesia melalui sidang isbat yang menetapkan awal Ramadan. Sementara itu, organisasi keagamaan Muhammadiyah menetapkan peringatan Nuzulul Quran pada Jumat, 6 Maret 2026, menyesuaikan dengan metode penentuan awal bulan Ramadan yang mereka gunakan.
Perbedaan waktu tersebut bukanlah hal baru dalam tradisi penanggalan Islam di Indonesia. Perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah sering kali menghasilkan tanggal yang sedikit berbeda, namun hal tersebut tetap menjadi bagian dari dinamika keberagaman umat Islam yang dilandasi sikap saling menghormati.
Makna Sejarah Turunnya Wahyu
Secara tradisional, Nuzulul Quran diperingati pada malam ke-17 bulan Ramadan, malam yang diyakini sarat keberkahan karena menandai turunnya wahyu pertama Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril. Peristiwa monumental itu terjadi di Gua Hira, sebuah tempat yang menjadi saksi awal mula risalah Islam disampaikan kepada umat manusia.
Dalam kalender Hijriah, hari dimulai sejak matahari terbenam. Karena itu, sebagian umat Islam memulai peringatan Nuzulul Quran sejak malam sebelumnya dengan berbagai kegiatan ibadah seperti pengajian, tilawah Al-Quran, dan doa bersama di masjid maupun di rumah.
Istilah “nuzul” sendiri secara bahasa berarti “turun”. Namun dalam pemahaman teologis, istilah tersebut merujuk pada proses turunnya wahyu Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman hidup bagi umat manusia. Melalui Al-Quran, manusia diberikan petunjuk tentang akhlak, hukum, kehidupan sosial, serta hubungan dengan Sang Pencipta.
Para ulama menilai bahwa peristiwa Nuzulul Quran tidak hanya sekadar bagian dari sejarah Islam, tetapi juga menjadi tonggak perubahan besar dalam peradaban manusia. Melalui wahyu tersebut, manusia diarahkan keluar dari masa kegelapan menuju cahaya ilmu pengetahuan, moralitas, dan ketauhidan.
Amalan yang Dianjurkan di Malam Nuzulul Quran
Untuk meraih keberkahan malam istimewa ini, umat Muslim dianjurkan memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Beberapa amalan yang sering dilakukan di malam Nuzulul Quran antara lain:
1. Memperbanyak membaca Al-Quran (Tilawah)
Umat Muslim dianjurkan memperbanyak membaca Al-Quran serta memahami makna ayat-ayatnya melalui tafsir maupun terjemahan. Momentum ini menjadi pengingat bahwa Al-Quran adalah pedoman hidup yang harus dipahami, bukan hanya dibaca.
2. Salat malam atau Tahajud
Salat Tahajud menjadi salah satu ibadah yang sangat dianjurkan karena dilakukan pada waktu sunyi di malam hari, saat seseorang dapat lebih khusyuk bermunajat kepada Allah SWT.
3. I’tikaf di masjid
Sebagian umat memilih melakukan i’tikaf, yaitu berdiam diri di masjid dengan niat beribadah, memperbanyak doa, zikir, dan membaca Al-Quran untuk mendekatkan diri kepada Allah.
4. Muhasabah atau introspeksi diri
Malam Nuzulul Quran juga menjadi waktu yang tepat untuk melakukan muhasabah, yakni mengevaluasi diri sejauh mana ajaran Al-Quran telah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Amalan-amalan tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial tahunan, melainkan mampu memperkuat hubungan spiritual antara umat Muslim dengan kitab suci Al-Quran.
Momentum Memperkuat Kebersamaan di Bulan Ramadan
Selain menjadi momen spiritual, peringatan Nuzulul Quran juga sering dirayakan dengan berbagai kegiatan keagamaan di masjid, mushala, maupun komunitas masyarakat. Ceramah agama, pengajian, hingga buka puasa bersama kerap menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang mempererat ukhuwah Islamiyah.
Di berbagai daerah, suasana Ramadan semakin terasa hangat dengan kebersamaan masyarakat dalam menjalankan ibadah. Perbedaan metode penentuan waktu antara pemerintah dan organisasi keagamaan juga menjadi pengingat pentingnya menjaga sikap toleransi dan saling menghormati dalam keberagaman.
Tahun ini, peringatan Nuzulul Quran diperkirakan menjadi salah satu malam paling bermakna di pertengahan Ramadan. Momen ini menjadi kesempatan bagi umat Muslim untuk kembali mendekatkan diri kepada Al-Quran, memperkuat iman, serta memperbaiki kualitas ibadah selama bulan suci.
Melalui peringatan Nuzulul Quran, umat Islam diharapkan tidak hanya mengenang peristiwa turunnya wahyu, tetapi juga menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup yang terus menginspirasi langkah menuju kehidupan yang lebih baik. (*)













