DIGTALPOS.com, Samarinda — Pemerataan anggaran pendidikan, khususnya untuk mendukung kesejahteraan guru di daerah terpencil dan perbatasan, menjadi perhatian serius Anggota DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan. Ia menilai, kebijakan pendidikan daerah harus lebih berpihak pada kelompok yang selama ini kurang mendapat perhatian.
“Guru di daerah terpencil menghadapi tantangan berat. Mereka membutuhkan dukungan nyata, termasuk dalam bentuk insentif,” ujar Agusriansyah di Samarinda, Selasa (20/5/2025).
Menurut dia, peningkatan anggaran pendidikan tidak semata soal besaran dana, melainkan juga arah distribusinya. Dana yang ada, lanjutnya, harus diarahkan pada kebutuhan mendasar, seperti pelatihan tenaga pendidik, penyediaan sarana belajar yang layak, serta tunjangan bagi guru yang mengabdi di wilayah tertinggal.
Agusriansyah menyoroti ketimpangan fasilitas pendidikan yang masih terjadi antara wilayah perkotaan dan pelosok. Ia mendesak pemerintah daerah agar lebih peka dalam menyusun kebijakan yang mengedepankan prinsip keadilan dalam akses pendidikan.
“Pendidikan yang berkualitas tidak boleh menjadi hak eksklusif masyarakat kota. Anak-anak di pelosok pun berhak mendapatkan layanan pendidikan yang layak,” katanya.
Selain menyoroti distribusi anggaran, Agusriansyah juga menyampaikan apresiasi kepada para guru yang tetap menjalankan tugas di tengah keterbatasan. Menurut dia, penghargaan terhadap profesi guru tidak cukup hanya bersifat simbolis, tetapi harus tercermin dalam kebijakan dan anggaran yang konsisten serta berkelanjutan.
“Jangan hanya saat Hari Pendidikan kita memuji guru. Penghargaan yang sesungguhnya adalah dukungan kebijakan yang nyata sepanjang tahun,” ujarnya. (Adv)













