DIGTALPOS.com, Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mempercepat pembangunan infrastruktur dasar di wilayah pesisir, khususnya di Desa Marukangan, Kecamatan Sandaran. Pemerintah menargetkan layanan listrik dan air bersih dapat segera dinikmati masyarakat setempat.
Hal itu disampaikan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman saat bertemu warga Desa Marukangan, Kamis (6/8/2026), di sela kunjungan kerja menghadiri pesta adat Erau Embuang Panas Pelas.
Dalam kunjungan tersebut, Ardiansyah meninjau perkembangan pembangunan jaringan listrik serta kesiapan penyediaan air bersih bagi masyarakat desa.
Ardiansyah menyebut, Pemkab Kutim bersama PT PLN (Persero) tengah mempercepat program elektrifikasi desa. Sejumlah wilayah yang belum teraliri listrik akan mendapatkan pemasangan jaringan secara bertahap sepanjang 2026, termasuk Desa Marukangan.
“Tahun 2026 ada beberapa desa yang akan dipasang serta dinyalakan jaringan listriknya oleh PLN secara bertahap, termasuk Desa Marukangan,” ujar Ardiansyah.
Ia meminta dukungan masyarakat agar proses pembangunan jaringan listrik berjalan lancar, terutama dalam pemasangan tiang dan penarikan kabel distribusi. Warga juga diharapkan memberikan izin apabila terdapat tanaman yang menghalangi jalur jaringan listrik.
“Kami mohon kerja sama seluruh warga. Jika ada pohon atau tanaman yang menghalangi jalur kabel PLN, mohon diikhlaskan untuk dipangkas tanpa menuntut ganti rugi demi kepentingan bersama,” katanya.
Selain listrik, Pemkab Kutim juga mempercepat penyediaan air bersih di Desa Marukangan. Ardiansyah telah menginstruksikan Perumda Air Minum Tirta Tuah Benua Kutim untuk segera memproses penyambungan jaringan distribusi air bersih ke wilayah tersebut.
“Saya sudah meminta Direktur Perumda Air Minum Tirta Tuah Benua agar segera memproses penyaluran teknis air bersih ke Desa Marukangan sehingga masyarakat dapat segera menikmati layanan air bersih yang layak,” jelasnya.
Kepala Desa Marukangan Endi Haryanto mengapresiasi perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Ia menyebut perjuangan menghadirkan listrik PLN di desanya telah berlangsung selama empat tahun dan kini mulai menunjukkan hasil.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Bupati Ardiansyah Sulaiman yang sejak awal terus memonitor dan memfasilitasi usulan listrik PLN untuk Desa Marukangan sehingga setelah empat tahun berjuang kini ada titik terang,” ujarnya.
Menurut Endi, pembangunan jaringan listrik sudah mulai terlihat dengan pemasangan tiang listrik di sejumlah ruas jalan desa. Ia berharap masyarakat segera dapat menikmati layanan listrik selama 24 jam.
“Saat ini pengerjaan pengeboran dan penancapan tiang listrik PLN sudah mulai masuk dan berdiri di jalan-jalan desa. Ini menjadi tanda bahwa masyarakat Marukangan tidak lama lagi akan menikmati listrik selama 24 jam,” katanya.
Untuk mendukung penyediaan air bersih, Pemerintah Desa Marukangan sebelumnya telah membangun jaringan pipa utama sepanjang sekitar 14 kilometer menggunakan anggaran desa. Namun, jaringan tersebut masih menunggu penyambungan teknis dan pembangunan instalasi pengolahan air.
Selain itu, Dinas Pekerjaan Umum Kutim juga telah membangun embung air baku berukuran sekitar 33 x 33 meter yang diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan air masyarakat Marukangan hingga Desa Susuk.
Endi juga berharap pemerintah daerah terus meningkatkan akses jalan menuju Kecamatan Sandaran agar mobilitas masyarakat dan distribusi kebutuhan pokok semakin lancar.
Menanggapi aspirasi tersebut, Ardiansyah menegaskan pembangunan infrastruktur di wilayah pesisir tetap menjadi prioritas Pemkab Kutim. Pemerintah akan terus mendorong pemerataan pembangunan melalui anggaran reguler maupun skema multiyears.
“Pemkab Kutim berkomitmen bahwa pembangunan infrastruktur tidak boleh hanya berpusat di ibu kota. Desa-desa di Kecamatan Sandaran, termasuk Marukangan, tetap menjadi prioritas pembangunan,” tegasnya.
Pemkab Kutim menargetkan pada akhir 2026 masyarakat Desa Marukangan dapat menikmati layanan listrik 24 jam serta akses air bersih yang lebih memadai. (*)













