Gelombang Panas dan Krisis Energi Hantam Bangladesh, Warga Hidup Tanpa Listrik Berjam-jam

Gelombang Panas dan Krisis Energi Hantam Bangladesh, Warga Hidup Tanpa Listrik Berjam-jam
ilustrasi antrian bbm di Bangladesh. (AI)

DIGITALPOS.com – Bangladesh tengah menghadapi salah satu krisis energi terburuk dalam beberapa tahun terakhir. Di saat suhu udara melonjak hingga menyentuh 40 derajat Celsius, jutaan warga justru harus bertahan tanpa aliran listrik akibat pemadaman massal yang terjadi di berbagai wilayah.

Kondisi ini dipicu oleh terganggunya pasokan bahan bakar global, imbas dari eskalasi konflik di Timur Tengah yang berdampak langsung pada distribusi energi dunia. Bangladesh, yang sangat bergantung pada impor minyak dan gas, kini berada dalam posisi rentan. Sekitar 95 persen kebutuhan energinya berasal dari luar negeri, sebagian besar melalui jalur strategis Selat Hormuz yang kini ikut terdampak situasi geopolitik.

Pemerintah pun terpaksa mengambil langkah darurat dengan memberlakukan kebijakan pemutusan beban listrik atau load-shedding. Kebijakan ini dilakukan untuk menyeimbangkan antara tingginya permintaan listrik masyarakat dengan kapasitas produksi yang terbatas.

Dampaknya terasa langsung di tengah masyarakat. Panas ekstrem yang menyelimuti negeri itu menjadi semakin menyiksa ketika listrik padam berulang kali, terutama pada malam hari saat warga membutuhkan istirahat.

Mashuka Yasmin Mishu (35), seorang ibu dua anak dari distrik Pabna, mengungkapkan kesulitannya menjalani hari-hari tanpa listrik yang stabil. Ia mengaku keluarganya nyaris tidak bisa tidur akibat seringnya pemadaman.

“Baik saya maupun anak-anak tidak bisa tidur tadi malam karena listrik sering mati. Cuacanya sangat panas,” ujarnya, seperti dikutip dari CNBC Indonesia, Jumat (24/04/2026).

Menurut Mishu, pemadaman listrik sebenarnya bukan hal baru di Bangladesh. Namun, kondisi tahun ini terasa jauh lebih buruk dibandingkan sebelumnya. Bahkan, ia menyebut keluarganya kesulitan mendapatkan listrik selama dua jam berturut-turut.

“Dulu memang pernah mati lampu, tapi tidak separah sekarang. Tahun ini kami bahkan tidak bisa menikmati listrik selama dua jam tanpa gangguan,” keluhnya.

Pemerintah Bangladesh sendiri mengakui bahwa masalah utama bukan terletak pada kapasitas pembangkit listrik, melainkan pada keterbatasan pasokan bahan bakar. Pejabat senior Kementerian Energi, Umme Rehana, menjelaskan bahwa infrastruktur pembangkit sebenarnya cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan nasional.

“Kami memiliki kapasitas pembangkit listrik yang besar. Namun, karena kekurangan gas dan bahan bakar, kami tidak dapat mengoperasikannya secara maksimal,” jelas Rehana kepada wartawan.

Data pemerintah menunjukkan adanya kesenjangan signifikan antara kebutuhan dan pasokan listrik. Menteri Muda Urusan Listrik, Anindya Islam Amit, mengungkapkan bahwa permintaan listrik nasional telah mencapai sekitar 16.000 megawatt, sementara kapasitas produksi yang tersedia hanya mampu memenuhi sekitar 14.126 megawatt.

Untuk mengatasi ketimpangan ini, pemerintah menerapkan pemadaman listrik secara bergilir, termasuk di ibu kota Dhaka. Langkah ini diambil demi menjaga distribusi energi yang lebih adil antara wilayah perkotaan dan pedesaan, khususnya bagi para petani yang juga terdampak gelombang panas.

“Pemadaman listrik terbatas ini diperlukan. Kami tidak bisa membiarkan masyarakat kota menikmati listrik secara penuh sementara petani di desa menderita,” tegas Amit di hadapan parlemen.

Tak hanya listrik, krisis energi ini juga memicu dampak lanjutan berupa antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar (SPBU). Warga terlihat mengantre selama berjam-jam demi mendapatkan bahan bakar, menambah panjang daftar kesulitan yang harus dihadapi sehari-hari.

Meski demikian, pemerintah berupaya meredam kepanikan publik. Menteri Energi Iqbal Hasan Mahmud menyatakan bahwa stok bahan bakar nasional sebenarnya masih dalam kondisi aman. Ia menilai antrean panjang terjadi akibat aksi panic buying masyarakat.

“Cadangan bahan bakar kita cukup. Yang terjadi di lapangan lebih disebabkan oleh kepanikan warga,” ujarnya.

Di tengah tekanan panas ekstrem dan ketidakpastian pasokan energi, warga Bangladesh kini harus berjuang menjalani aktivitas sehari-hari dalam kondisi serba terbatas. Krisis ini menjadi pengingat betapa rentannya ketergantungan terhadap energi impor di tengah gejolak global yang tak menentu. (*)

Penulis: RedEditor: Redaksi
news-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

judi bola online

sabung ayam online

judi bola online

slot mahjong ways

slot mahjong

sabung ayam online

judi bola

live casino

sabung ayam online

judi bola

live casino

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

post 138000906

post 138000907

post 138000908

post 138000909

post 138000910

post 138000911

post 138000912

post 138000913

post 138000914

post 138000915

post 138000916

post 138000917

post 138000918

post 138000919

post 138000920

post 138000921

post 138000922

post 138000923

post 138000924

post 138000925

cuaca 228000631

cuaca 228000632

cuaca 228000633

cuaca 228000634

cuaca 228000635

cuaca 228000636

cuaca 228000637

cuaca 228000638

cuaca 228000639

cuaca 228000640

cuaca 228000641

cuaca 228000642

cuaca 228000643

cuaca 228000644

cuaca 228000645

cuaca 228000646

cuaca 228000647

cuaca 228000648

cuaca 228000649

cuaca 228000650

cuaca 228000651

cuaca 228000652

cuaca 228000653

cuaca 228000654

cuaca 228000655

cuaca 228000656

cuaca 228000657

cuaca 228000658

cuaca 228000659

cuaca 228000660

cuaca 228000661

cuaca 228000662

cuaca 228000663

cuaca 228000664

cuaca 228000665

cuaca 228000666

cuaca 228000667

cuaca 228000668

cuaca 228000669

cuaca 228000670

cuaca 228000671

cuaca 228000672

cuaca 228000673

cuaca 228000674

cuaca 228000675

cuaca 228000676

cuaca 228000677

cuaca 228000678

cuaca 228000679

cuaca 228000680

cuaca 228000681

cuaca 228000682

cuaca 228000683

cuaca 228000684

cuaca 228000685

cuaca 228000686

cuaca 228000687

cuaca 228000688

cuaca 228000689

cuaca 228000690

post 238000581

post 238000582

post 238000583

post 238000584

post 238000585

post 238000586

post 238000587

post 238000588

post 238000589

post 238000590

post 238000591

post 238000592

post 238000593

post 238000594

post 238000595

post 238000596

post 238000597

post 238000598

post 238000599

post 238000600

info 328000541

info 328000542

info 328000543

info 328000544

info 328000545

info 328000546

info 328000547

info 328000548

info 328000549

info 328000550

info 328000551

info 328000552

info 328000553

info 328000554

info 328000555

info 328000556

info 328000557

info 328000558

info 328000559

info 328000560

info 328000561

info 328000562

info 328000563

info 328000564

info 328000565

info 328000566

info 328000567

info 328000568

info 328000569

info 328000570

berita 428011451

berita 428011452

berita 428011453

berita 428011454

berita 428011455

berita 428011456

berita 428011457

berita 428011458

berita 428011459

berita 428011460

berita 428011461

berita 428011462

berita 428011463

berita 428011464

berita 428011465

berita 428011466

berita 428011467

berita 428011468

berita 428011469

berita 428011470

berita 428011471

berita 428011472

berita 428011473

berita 428011474

berita 428011475

berita 428011476

berita 428011477

berita 428011478

berita 428011479

berita 428011480

kajian 638000021

kajian 638000022

kajian 638000023

kajian 638000024

kajian 638000025

kajian 638000026

kajian 638000027

kajian 638000028

kajian 638000029

kajian 638000030

kajian 638000031

kajian 638000032

kajian 638000033

kajian 638000034

kajian 638000035

kajian 638000036

kajian 638000037

kajian 638000038

kajian 638000039

kajian 638000040

kajian 638000041

kajian 638000042

kajian 638000043

kajian 638000044

kajian 638000045

kajian 638000046

kajian 638000047

kajian 638000048

kajian 638000049

kajian 638000050

kajian 638000051

kajian 638000052

kajian 638000053

kajian 638000054

kajian 638000055

article 788000021

article 788000022

article 788000023

article 788000024

article 788000025

article 788000031

article 788000032

article 788000033

article 788000034

article 788000035

article 788000036

article 788000037

article 788000038

article 788000039

article 788000040

article 788000041

article 788000042

article 788000043

article 788000044

article 788000045

article 788000046

article 788000047

article 788000048

article 788000049

article 788000050

article 788000051

article 788000052

article 788000053

article 788000054

article 788000055

article 788000056

article 788000057

article 788000058

article 788000059

article 788000060

news-1701
footer
news-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

judi bola online

sabung ayam online

judi bola online

slot mahjong ways

slot mahjong

sabung ayam online

judi bola

live casino

sabung ayam online

judi bola

live casino

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

post 138000906

post 138000907

post 138000908

post 138000909

post 138000910

post 138000911

post 138000912

post 138000913

post 138000914

post 138000915

post 138000916

post 138000917

post 138000918

post 138000919

post 138000920

post 138000921

post 138000922

post 138000923

post 138000924

post 138000925

cuaca 228000631

cuaca 228000632

cuaca 228000633

cuaca 228000634

cuaca 228000635

cuaca 228000636

cuaca 228000637

cuaca 228000638

cuaca 228000639

cuaca 228000640

cuaca 228000641

cuaca 228000642

cuaca 228000643

cuaca 228000644

cuaca 228000645

cuaca 228000646

cuaca 228000647

cuaca 228000648

cuaca 228000649

cuaca 228000650

cuaca 228000651

cuaca 228000652

cuaca 228000653

cuaca 228000654

cuaca 228000655

cuaca 228000656

cuaca 228000657

cuaca 228000658

cuaca 228000659

cuaca 228000660

cuaca 228000661

cuaca 228000662

cuaca 228000663

cuaca 228000664

cuaca 228000665

cuaca 228000666

cuaca 228000667

cuaca 228000668

cuaca 228000669

cuaca 228000670

cuaca 228000671

cuaca 228000672

cuaca 228000673

cuaca 228000674

cuaca 228000675

cuaca 228000676

cuaca 228000677

cuaca 228000678

cuaca 228000679

cuaca 228000680

cuaca 228000681

cuaca 228000682

cuaca 228000683

cuaca 228000684

cuaca 228000685

cuaca 228000686

cuaca 228000687

cuaca 228000688

cuaca 228000689

cuaca 228000690

post 238000581

post 238000582

post 238000583

post 238000584

post 238000585

post 238000586

post 238000587

post 238000588

post 238000589

post 238000590

post 238000591

post 238000592

post 238000593

post 238000594

post 238000595

post 238000596

post 238000597

post 238000598

post 238000599

post 238000600

info 328000541

info 328000542

info 328000543

info 328000544

info 328000545

info 328000546

info 328000547

info 328000548

info 328000549

info 328000550

info 328000551

info 328000552

info 328000553

info 328000554

info 328000555

info 328000556

info 328000557

info 328000558

info 328000559

info 328000560

info 328000561

info 328000562

info 328000563

info 328000564

info 328000565

info 328000566

info 328000567

info 328000568

info 328000569

info 328000570

berita 428011451

berita 428011452

berita 428011453

berita 428011454

berita 428011455

berita 428011456

berita 428011457

berita 428011458

berita 428011459

berita 428011460

berita 428011461

berita 428011462

berita 428011463

berita 428011464

berita 428011465

berita 428011466

berita 428011467

berita 428011468

berita 428011469

berita 428011470

berita 428011471

berita 428011472

berita 428011473

berita 428011474

berita 428011475

berita 428011476

berita 428011477

berita 428011478

berita 428011479

berita 428011480

kajian 638000021

kajian 638000022

kajian 638000023

kajian 638000024

kajian 638000025

kajian 638000026

kajian 638000027

kajian 638000028

kajian 638000029

kajian 638000030

kajian 638000031

kajian 638000032

kajian 638000033

kajian 638000034

kajian 638000035

kajian 638000036

kajian 638000037

kajian 638000038

kajian 638000039

kajian 638000040

kajian 638000041

kajian 638000042

kajian 638000043

kajian 638000044

kajian 638000045

kajian 638000046

kajian 638000047

kajian 638000048

kajian 638000049

kajian 638000050

kajian 638000051

kajian 638000052

kajian 638000053

kajian 638000054

kajian 638000055

article 788000021

article 788000022

article 788000023

article 788000024

article 788000025

article 788000031

article 788000032

article 788000033

article 788000034

article 788000035

article 788000036

article 788000037

article 788000038

article 788000039

article 788000040

article 788000041

article 788000042

article 788000043

article 788000044

article 788000045

article 788000046

article 788000047

article 788000048

article 788000049

article 788000050

article 788000051

article 788000052

article 788000053

article 788000054

article 788000055

article 788000056

article 788000057

article 788000058

article 788000059

article 788000060

news-1701